Poetry – Acuh

Sapaan lantuntan surga hanyut di udara

Merenda hatiku dengan sapaan fana

Walau damba memenuhi asa

Ku terus bertanya-tanya

Akankah bisa ku meraup cinta?

Menguntai kata dalam manis maknanya

Tergesa masuk dalam raga

Tak terperi luka yang menganga

Jiwaku hilang saat kau datang

Kelip-kelip janji yang berdentang

Terangkum rapi dalam dendang

Syair merdu jawaban yang hilang

Lembayung mentari sampai ke hati

Mengeja bahagia dalam diri

Namun semuanya pergi

Tatkala senyum mu berhenti

Cakrawala diam mu tak berbatas

Perasaan mu seringan kapas

Pada kisi-kisi buram dan jelas

Akankah kau berhenti mengeras?

Walau hati ku menderai timah panas…

Sign, Dylandia Elfyza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s