[FF] As Sweet As Candy Part 1

A/N Gw tau nih fanfic gaje tingkat tinggi. Bikinnya mendadak. Dapet idenya pas di sekolah tadi. Awalnya cuma fluff pendek. Cuma setengah halaman word. Jadinya kok kayak gini ya? Ah, anggap aja penebusan rasa cinta gw terhadap Choi Siwon. Hahaha.

Kalo kalian baca nih fanfict, maaf ya kalo nanggung banget. Gw ga sabar mau publish soalnya. Sisanya blm gw tulis. Mgkn malam ini bkl on the way. Biasanya sih jarang banget nungguin mood gw kayak gini. Semangatin gw lewat comment ya…. Hehehe..

Here we go…

Tittle: As Sweet As Candy
Cast: Choi Siwon and other Super Junior member
Original Character: Song Aira
Summary: “Seperti permen…” Bisik Siwon setelah bibir Aira lepas dari bibirnya….
Disclaimer: Choi Siwon is MINE!!!! Song Aira is ME!!!! (siwonestgila.com)

Awan menggantung rendah di langit Seoul siang itu. Bergumpal lembut dengan goresan abu di tepinya. Memberikan kesan tiga dimensi yang membuat benda itu terlihat seperti permen kapas berwana putih. Sesekali, angin berhembus lembut membisikkan udara musim semi yang sejuk.
Di sudut kota Seoul yang agak terpisah dari hiruk-pikuk kesibukan, sesosok gadis berdiri dengan gelisah di bawah pohon yang cukup rindang. Rambut coklat ikalnya berkibar liar dimainkan angin.
“Lama banget, sih…” Gumamnya berkali-kali.
Aira, nama gadis itu, mengerucutkan bibirnya kesal. Dia bersumpah akan memberi pelajaran pada siapapun yang telah membuatnya menunggu seperti ini.
Pabbo-ya..!” Tangan mungilnya melayang ke kepalanya. “Untuk apa aku menunggunya? Dia tidak akan datang..” Harapan Aira yang tadinya—2 jam lalu—mengembang bak balon zeppelin, menyusut perlahan.
“Aira,sampai kapan kamu harus nunggu..?” Bisik Aira pelan. Seakan ada jawab untuk harapnya yang tak pasti.
Angin kembali berhembus. Kali ini tidak membawa aura musim semi, melainkan musim panas yang merontokkan satu per satu bola impian di hati Aira…

-====-

Sementara itu, di pusat kota, tempatnya semua kesenangan duniawi dan makhluk sempurna berkumpul, dalam sebuah bangunan megah dengan logo KBS terpasang di depannya, sekelompok lelaki yang lagi-lagi sempurna, tengah menjadi pusat tarikan magnet untuk para penonton di depan mereka. Alunan musik menghentak penuh energi. Semakin menyalurkan semangat pada 10 lelaki yang menari demi penggemar mereka itu.
Gara Mr. Simple

Lagu selesai. Hentakan drum dan istrumen musik lain berhenti. 10 lelaki itu terdiam di atas panggung. Menikmati tepukan tangan yang membahana, teriakan kagum, suitan kecil, atau bahkan hanya jeritan gila dari kerumunan orang di depan mereka.
Akhirnya, lampu dimatikan. Panggung menjadi gelap. Memberi kesempatan pada 10 lelaki itu untuk kembali ke belakang panggung. Dan mereka berbalik. Masih menyisakan euforia dari para wanita di depan sana.
“Siwon-ah, kau buru-buru sekali?” Seorang namja dengan rambut coklat gelap menepuk bahu Siwon pelan, lelaki yang terlihat paling ‘waras’ di antara yang lain.
“Ah, hyung, aku harus menemui seseorang..” Siwon menjawab buru-buru sambil memasang jaket hitamnya.
“Siapa?” Selidik Leeteuk, nama namja, yang tadi menanyai Siwon.
Muka Siwon seketika memerah. Membuatnya terlihat lebih muda dari usia seharusnya. Memberi kesan cute. Bagai permen strawberry. Menggoda untuk dimankan. Dijilat dan.. eh, stop. Author terlarut dalam pesona Siwon kayaknya.
“Pacarnya.. Siapa lagi??” Sebuah suara yang penuh nada persekutuan iblis ikut meramaikan sesi tanya jawab itu.
“Ani, Kyu..” Siwon menjawab tergesa-gesa. Dia menatap muka Leeteuk yang sepertinya percaya dengan jawaban asal Kyuhyun. Jangan kaget. Kadang-kadang jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun memang tidak masuk akal. Atau, kecuali yang ini..?
“Benar itu, Siwon?” Tanya Leeteuk lagi. Membuat Siwon ingin segera melempar Kyuhyun ke kerumunan SparKyu yang terkenal ganas. Ups. Siwon beristigfar dalam hati. Lho..??
Lalu, sebelum Siwon sempat menyelamatkan dirinya dari sidang mendadak ini, datanglah sesosok makhluk yang lain daripada yang lain, tak lain tak bukan adalah Kim Heechul, sahabat yang menyusahkan Siwon di saat senang dan pergi di saat susah. *author dikubur Petals*
“Iya, Siwon mau nemuin pacarnya…” Heechul berkata dengan polos. Siwon mendelik. Merasakan gelagat tak baik dari cowok cantik itu.
“Yaitu aku….. Hehehe..” Heechul nyengir. Lebih mirip seringaian. Mengundang hembusan nafas lega dari Siwon.
Leeteuk ikut tertawa. “Kau mau aku adukan ke Hangeng?”
“Hah..? Hannie..? Andwae….. Nanti dia ga mau ketemu aku lagi..” Muka cantik Heechul tiba-tiba diliputi kepanikan.
“Tidak mungkin, hyung. Dia kan mencintai kamu…” Siwon menenangkan Heechul yang dibalas dengan death glare dari Cinderella gadungan itu.
“Heh, kami ini lelaki, tau? Masa kau percaya dengan fanfict yang sering dibuat ELF lalu memasangkan aku dengan koki Cina itu? Sampai sekarang saja aku bingung. Kenapa mereka tergila-gila pada kami.” Jiwa narsis Heechul kumat. Dan…
TUK..
Kepala Heechul dipukul oleh seseorang. Hanya ada satu orang yang berani melakukan itu, siapa lagi kalau bukan The Devil of Super Junior, Cho Kyuhyun, manusia yang tadi juga membuat Siwon kesusahan.
“YA! CHO KYUHYUN! Kau mau aku hancurkan PSP sialmu itu..?” Heechul mengejar Kyuhyun seantero ruang tunggu. Membuat member Super Junior lain menggelengkan kepala mereka. Bertanya-tanya apa Kyuhyun dan Heechul tumbuh dengan benar. Karena sepertinya masih ada jiwa anak 5 tahun bersemayam dalam tubuh mereka.
Diam-diam, Siwon melangkah ke belakang. Leeteuk masih sibuk tertawa. Member lain juga sibuk memeluk author. Eh, salah, meneriaki dua monyet itu maksudnya.
Sedikit lagi, pikirnya. Kaki panjangnya menjejak lantai dengan perlahan. Walau dia tahu pendengaran mereka tidak akan sesuper itu dan mendengar bunyi sepatunya, tetap saja Siwon tidak akan mengambil resiko. Sudah cukup dengan dua perusuh di Super Junior yang mengerjainya. Jika member lainnya ikut-ikutan, bisa dipastikan Siwon tidak akan pergi dari tempat ini. Kecerewetan mereka melebihi kecerewetan 10 pedagang ikan.
Yups, pantat semok Siwon sudah menabrak pintu ruang tunggu. Dia berbalik perlahan. Membuka pintu dengan tangan besarnya. Lalu….
BUZZZZ….
Siwon menghilang bersama angin. Eh, ga deng, dia hilang dari tuh ruang tunggu.
“Fiuh… Untung aja..” Siwon mengusap dada author. Eh, typos, dadanya maksudnya.

-====-

Mobil Porsche yang dikendarai Siwon berhenti di sebuah tempat hijau dengan gerombolan bunga dengan warna cantik di sekelilingnya. Sesekali, burung terbang dengan riang gembira. Mengabaikan hari Siwon yang sebenarnya segersang padang Sahara. Dia menatap sekeliling. Mencari sosok yang mungkin tadi menunggunya disini.
Siwon menatap jam tangannya. Sekali lagi, Siwon menghela nafas berat. Dia mengutuk dirinya sendiri. Memaksa seseorang yang dia cintai untuk menungunya lama bukanlah cara untuk membuatnya nyaman, Itu adalah cara untuk melepaskannya.
Seharusnya, Siwon berada di bawah pohon di ujung bukit di depan sana saat jarum jam pendek dan jarum panjang sama-sama berdempet di angka 12. Saat matahari berada di puncak tertinggi langit. Nyatanya, Siwon berada disini saat jarum panjang dan jarum pendek membentuk sudut 45⁰. Jam 2 tepat. Dua jam orang itu harus menunggu Siwon.
“Ah, bodohnya aku..” Siwon kembali mengutuk dirinya sendiri. Seakan dengan begitu rasa bersalahnya menjadi sedikit terobati.
Dia berbalik dan menatap pohon di depannya. Matanya menangkap ukiran yang sudah berada disana sejak 2 bulan lalu.
AS
Inisial nama ‘dia’ dan Siwon.
Aira Siwon
Song Aira Choi Siwon
Siwon tersenyum.
“Aku harus bertemu dengannya..” Siwon memutuskan. Ukiran itu membawa kenangan. Kenangan terindah selain dengan para member. Seseorang di luar dunianya. Yang bahkan tidak mengerti dia. Seseorang yang berhasil membuat Siwon melihat kehidupan baru di luar sana. Yang mencintainya. Saat dia menjadi Choi Siwon Super Junior atau hanya Siwon. Lelaki yang sebenarnya kesepian….

-====-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s