[HEART] Between Orion and Holyshinki

 

 

 

Bermula dari malam dingin dan berkabut, aku memulai tulisan ini.

Saat itu, aku sedang menonton MV JYJ, Get Out, dan menggila sendiri di kamar ku. Konser musik yang tengah dilangsungkan di alun-alun kota saat itu ku acuhkan. JYJ dan musiknya menawarkan ku kenikmatan yang lain daripada jingkrak-jinkrak di tengah lapangan.

Lalu, di sela-sela teriakanku dan suara fals mengikuti vokal bening mereka, aku teringat sebuah ironisme yang tiada habisnya menerpa. Perseteruan. Pengkhianatan. Ketidakadilan. Yang ternyata bermula dari persahabatan.

Jujur, setiap aku membaca artikel tentang JYJ, aku sangat bangga pada mereka. Sebagai Cassie, Orion, juga sebagai manusia. Mereka mampu mengendalikan diri di bawah tekanan SM Entertainment. Mereka mampu bangkit dan menjadi diri mereka sendiri walau gempuran datang tiada henti.

Namun, terselip setitik noktah disana. Noktah yang mencoreng persahabatan mereka, antar member, JYJ dan Homin, fans dan mereka, bahkan antar fans.

Jika kalian memperhatikan, para Orion dan Holyshinki terkadang tidak bisa mengontol emosi mereka bahkan berbalik menjadi penyerang. Jika ada berita yang memuat kehebatan JYJ, maka mereka akan dibandingkan dengan Homin maupun TVXQ. Selalu ada komentar semacam ini, “Waduh, ada yang kurang yah? Harusnya ada Changmin dan Yunho yang mengisi kekosongan vokal itu,” atau, “Mereka lebih baik berlima, tahu..” Seakan JYJ merupakan bayang-bayang TVXQ. Bahkan, komentar sinis sering menghampiri mereka, “Ah, lebih baik suara Homin,” atau, “Lagu Homin lebih fanstastis.”

Hal ini tidak hanya berlaku untuk JYJ. Para fans juga kerapkali melontarkan komentas bernada sama walau dengan sasaran berbeda. Tiap artikel memuat kehebatan Homin, komentar bahwa mereka lebih baik berlima dan bla bla bla bla sering terdengar. Bahkan, jika artikel tersebut memuat keburukan Homin, para fans mengatakan bahwa seharusnya mereka mengikuti JYJ.

For God sake, have you all grown up yet?

Hello, komentar semacam itu ujung-ujungnya akan memacu fanwar dan memunculkan hoax yang tidak diinginkan. Tidak bisakah kalian, sebagai manusia dan fans, menilai mereka dari sudut pandang netral dan berdoa yang terbaik alih-alih menjelek-jelekkan grup lainnya? Ku rasa, tidak bisa.

Why? Mengapa?

Karena, para K-POPers, adalah sekumpulan orang yang terlalu membela ini dan terlalu mecintai ini. Para K-POPers bisa menjadi egois kadang-kadang untuk membela idolanya. Padahal, apa sih yang kalian bela? Toh, semua itu hak manusia, kan? Untuk apa mendebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jika ternyata yang terjadi hanya debat kusir tanpa arah yang jelas.

Kalian tahu, aku hidup di lingkungan dengan berbagai macam karakter. Dari yang menyukai Avenged of Sevenfold sampai yang Indonesia abis alias Smash. Lantas, apa itu menjadi masalah?

Definitely no!

Aku akan mengutuk diriku sendiri jika harus memusuhi teman-temanku hanya gara-gara itu. It’s really not a big deal. Cuma beberapa orang lebay aja yang nganggap berteman harus sesama K-Pop juga.

Bahkan, ada beberapa teman cowok ku yang bilang kalau bisa aja SUJU dan/atau TVXQ dan/atau SHINee dan/atau Boyfriend itu homo. Kalian pasti marah jika ada yang mengatakan seperti itu. Aku? Well, jika ternyata mereka memang gay, so what? Mereka tetap Suju, TVXQ , SHINee, dan Boyfriend, kan? Kenyataan tidak berubah sama sekali. Mungkin, yang berbeda adalah fakta penting yang akan selalu kita ingat.

K-POPers, semua orang mempunyai pilihan untuk hidup. Termasuk teman-teman kita dan mereka, boyband idola kita.

Dua dari empat orang sahabatku adalah Holyshinki, hanya aku yang menjadi Orion. Namun, apa itu halangan? Justru, itu menjadi perekat kami semua. Karena, kami sama-sama berangkat dari kubu yang sama, Cassiopeia. Holyshinki dan Orion hanya variasi cinta yang sebelumnya kami curahkan pada DBSK. Tidak ada perselisihan atau bashing sama sekali saat kami menonton video bersama. Seperti, “Kayaknya bagus video JYJ, deh.” Jika pun ada, itu semua hanya merupakan opini kami masing-masing. Alih-alih menjadi pemicu perang mulut, diskusi pun mengalir di antara kami. Terbuka dan toleransi, itulah syarat yang harus dipenuhi para K-POPers agar mereka dapat hidup nyaman.

Satu hal lagi, mungkin kalian pernah kehilangan K-Pop stuffs karena salah satu teman kalian. Marah? Pasti. Kesal? Pengen bunuh? Stop sampai disitu. Jangan diteruskan. Marah wajar untuk beberapa saat. Tapi, untuk berhari-hari bahkan berminggu-minggu? Itu bodoh namanya. Benda semacam itu bisa dicari, tapi sahabat? Kemana kalian mau mencari sahabat? Aku mengatakan ini karena aku sudah pernah mengalaminya. Dan sadar bahwa sia-sia saja aku marah. Toh, tidak ada yang dapat dilakukan untuk membuatnya kembali. Jadi, begitulah… Tak akan ada teman yang dapat menyerupai sahabat kita.

So, K-POPers, mulai sekarang, belajar jadi fans yang baik yuk…. 🙂

5 comments on “[HEART] Between Orion and Holyshinki

    • saya tidak berbicara dalam konteks siapa saya dan apa yang saya sukai. ini adalah pendapat saya sebagai K-Popers. saya juga termasuk ELF serta Sone. mengenai Cassie yang sering melakukan itu, saya tidak bisa menghakimi mereka. sama seperti siapapun tidak bisa menghakimi apa yang orang lain sukai. tapi alangkah baiknya jika melihat sesuatu dari sudut pandang netral.saya masih mencoba. saya juga sering gagal menjadi K-Popers yang baik. maka dari itu, diperlukan banyaknya dukungan agar suasana fandom aman, damai, dan tentram. 🙂

  1. Yup. Harus open mind!
    Tulisanmu bagus chingu.. 🙂

    mau minta pndapat nih, bbrp kalangan kan ada yg myakini kalo fandom itu cuma 1. Kalo Cassie ya Cassie, Shawol ya Shawol, ELF ya ELF aja. Jangan ngborong fandom. Krn kdg ada yg blg, “Gw ELF, Shawol n cassie juga”. Mnurut km gmna? Cz aq ini Shawol udah ckp lama, tapi tahun2 trakhir aq suka TVXQ/JYJ.. Pgn bgt nyebut diri sndiri “saya Cassiopeia”, but aku jd keingtan ttg Fandom itu cuma 1, buktikan ksetiaan kalian. Eotteohke??.

    • Makasih ya sebelumnya udah baca. Komen lagi. *blush+bow*
      Menurut aku, apapun yang kita pilih, itu adalah pilihan kita. Siapapun yang kita pilih untuk jadi idola, kita harus bertanggung jawab dan membuktikan kita benar-benar fans mereka. Maksud dari “membuktikan kesetiaan” adalah mendukung mereka apapun yang mereka lakukan. Jika pun itu salah, pasti mereka punya alasan yang logis. Karena bukan tanpa alasan kan mereka jadi idola selain karena sikap dan talenta mereka? Jika menurut K-Popers lain membuktikan kesetiaan berarti hanya mendeklarasikan diri sebagai anggota satu fandom. Aku tidak setuju. Karena berarti dia bukanlah seorang K-Popers. K-Popers adalah mereka yang bisa menoleransi perbedaan dan menerimanya sebagai keindahan. Tapi perbedaan yang ku katakan disini hanya tentang K-Pop, bukan yang lain. 🙂
      Kamu adalah Shawol. Jika kamu mendukung apapun yang mereka lakukan. Entah itu membeli album, men-download video mereka, atau hanya menyapa mereka melalui jejaring sosial. Dan masih banyak lagi hal yang menjadikan kamu seorang Shawol.
      Untuk masalah TVXQ/JYJ, susah memang mencari mereka yang benar-benar Cassie. Tapi, selama Cassie itu masih percaya dengan mereka dan tidak mempercayai apapun yang media katakan, hanya percaya pada mereka, maka dia adalah Cassie.

      • Gomapta chingu reply’a.. 🙂
        Akhirnya ada juga yg bisa ksh masukan bt pmikiranku.. Kamu bener, kesetiaan itu bukan hanya dinilai dari ckp mmpunyai 1 fandom! Ada byk hal yg bisa d jadikn bukti bhwa kita setia…
        Yeah, ngga galau lagi deh aku.. ^^
        Lagipula kalo yg namanya suka apalagi cinta itu kan ga bisa di paksa atau dihindar. Sekali lagi, makasih banyak…. *bow* ^^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s