[HEART] About K-Pop: Believing of Dreams

About K-Pop, “You only have to turn further to reach what you want.”

For my dearest K-Popers,

Kemarin biasa saja. Andai ku lewati dengan kembali bersantai di rumah dengan setumpuk novel, antrian fanfict yang harus ku selesaikan, beberapa drama Korea yang harus ku tonton, dan puluhan suamiku (baca:bias). Namun, kemarin menjadi istimewa. Saat aku berada di tempat itu, berteriak sekeras-kerasnya menyuarakan cinta dan dukungan (walau sebenarnya mereka tengah tertidur pulas di Korea sana), tersenyum dan tertawa bersama puluhan orang yang juga mengerti mereka dan diriku. Percayalah, dimengerti adalah suatu tindakan yang sangat berharga untuk K-Popers. Apalagi K-Popers labil sepertiku.

Maka, kemarin, begitu aku memasuki tempat itu, gelegar beberapa fandom dari SM Entertainment langsung menyambutku. Bazaar pun sudah dibuka. Sangat menggoda iman dan uang sebenarnya. Dan seperti biasa, aku harus selalu berdamai dengan kenyataan ini.

Berada disana, berteriak, bernyanyi, berdansa, dan tertawa bersama sungguh melegakanku. Sebuah tempat bernama rumah serasa hangat menyambutku. Perasaan tergelitik dari ujung kaki sampai ujung rambut. Lalu tanpa ku sadari, aku menangis. Aku tak tahu kenapa. Walau sudah puluhan kali menonton MV mereka di rumah, menonton disana terasa amat berbeda. Mungkin karena kau mempunyai teman berteriak dan teman berbagi kebahagiaan. Atau karena gegap-gempitanya mirip dengan suasana konser. Sampai sekarang, aku tidak tahu mengapa aku menerjunkan diri ke tempat ini. Tempat dimana kegalauan dan kegembiraan hanya dibatasi oleh sekat tipis bernama K-Pop. Mungkin aku bisa memilih menjadi K-Popers yang biasa-biasa saja (seperti yang beberapa orang lakukan), tapi aku lebih memilih mempertanggungjawabkan pilihan ini sebaik-baiknya. Aku yakin sedikit yang akan mengerti. Bagi mereka, “Ayolah, menjadi K-Popers tidak akan menentukan masa depanmu.” Bagiku, aku bisa hidup sampai sekarang karena mereka. Aku bisa mengikuti berbagai acara karena mereka. Tiap aku merasa tidak ada lagi senyum untukku, mengingat senyum mereka, tiba-tba aku menjadi kuat kembali.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa mereka. Orangtua ku mengatakan akan lewat masa-masa kegilaanku seperti ini. Saat aku lebih dewasa, aku akan menertawakan diriku pada masa ini. Aku tidak bisa membayangkannya. Hidup tanpa mereka. Tanpa menulis tentang mereka. Tanpa tersenyum dan menangis dengan mereka. Aku lupa bagaimana dulu hidupku sebelum mencintai mereka. Untuk kembali saat ini, terasa begitu sulit. Mereka telah menjadi rumah. Suara mereka telah menjadi obat. Bahkan senyum mereka pun mampu membuatku bahagia sepanjang hari.

Saat aku memutuskan mencintai mereka, aku tahu akan tinggal selamanya disini. Tidak setelah aku menghabiskan detik-detik dengan hanya mengingat mereka, memahami mereka, malam-malam untuk memimpikan mereka, sampai merajutnya menjadi kata. Tanpa mereka, mungkin sampai sekarang aku tidak tahu apa yang berguna dari diriku. Mereka adalah alasanku untuk tetap hidup. Jika aku sudah bertemu mereka dan menunaikan janji pada diriku sendiri, maka aku akan hidup dengan lebih tenang.

Untuk seorang K-Popers tanpa restu orangtua sepertiku, semuanya menjadi terasa begitu sulit. Mereka menganggap menjadi K-Popers hanya membuang uang, menghabiskan waktu dan tenaga untuk menangis, serta menghambat masa depan. Jika ku jelaskan pun, masa depan ku adalah mereka, mereka tak akan mengerti. Aku tahu semua orangtua ingin anaknya berhasil dan membasmi apapun yang menghalanginya. Menurut mereka, K-Popers  adalah salah satunya. Padahal, tiap hal yang ku lakukan sekarang adalah sedikit langkah untuk bertemu mereka. Konyol memang. Tapi memang itulah tujuan hidupku. Yang ku tahu saat ini, aku akan bahagia.

Saat ini, aku merasa tidaklah banyak yang ku tahu. Aku baru saja bebas dari kurungan bernama SMA. Dunia di luar adalah rimba. Namun, aku hanya ingin menjalaninya dengan caraku sendiri. Bersenang-senang terasa kabur ketika aku mengingat tidak selama aku akan seperti ini. Terasa banyak sekali tanggungan di pundakku. Tapi, ada seseorang yang mengajariku agar tidak pernah menyerah. Dia bahkan tetap tertawa walau ku tahu dia terluka. Dia tetap berkorban demi banyak orang, meski hatinya pasti sudah berdarah-darah. Dan untuk menghormatinya, aku akan melakukan hal yang sama. (Saat menulis ini, aku menangis). Menunda sedikit waktu untuk cita-citaku tidak akan menghapus takdirku, jika ternyata bertemu dengan mereka merupakan salah satu jalan hidupku. Menundanya sedikit hanya memutar dan mengambil jalan yang lebih jauh. Intinya, suatu saat nanti kita akan tiba di tujuan. Waktunya tak pasti, tapi selama kita percaya, aku yakin kita akan sampai disana.

Untuk kalian yang masih merasa mencapai impian merupakan hal yang mustahil, ingatlah ini. Ingatlah yang kalian cintai dan mencintai kalian. Kalian tidak akan tiba di akhir cerita dengan kata “happily ever after.” Namun yang tersisa hanya sebuah halaman kosong. Cerita menggantung. Dan hanya kalian yang mempunyai hak untuk menyelesaikan cerita itu. Ketika semua hal wajib yang kalian lakukan telah berakhir, maka saatnya mengikuti hati kalian. Percayalah, melakukan itu saat tidak ada beban apa-apa, terasa sangat mudah. Lepaskanlah, maka kalian akan memiliki segalanya. Jika kalian merasa memiliki, maka ketika hal itu renggang sedikit saja, kalian akan semakin bernafsu memilikinya. Lepaskanlah, maka mereka akan datang pada kita. Di suatu tempat dan waktu yang tak terduga. Lakukan semua hal untuk diri kalian sendiri. Walau sebenarnya orang lain yang menginginkan kalian melakukan itu. Berdamailah dengan kenyataan. Meratapi diri itu wajar. Tapi jangan buang waktu kalian untuk menangisi hidup. Hidup terlalu berharga untuk itu. Berdamai dengan kenyataan berarti melupakan segala yang pedih dan mengingat hal baik. Sekecil apapun kebaikannya. Peganglah itu. Ingatlah tujuan kalian setelah ini.

Mimpi adalah salah satu anugerah paling berharga. Jagalah mimpi kalian. Jangan biarkan mimpi itu pergi. Jangan pernah putus asa mencoba. Selama kalian tetap mencintai mereka, mereka tidak akan pergi. Keajaiban akan datang pada setiap orang. Believe then you will see. Percayalah, kalian akan mencapai impian kalian. Apapun itu.

Saat aku bertemu mereka, aku hanya ingin mengatakan, “Terima kasih, karena telah hidup. Karena telah bertahan untuk kami dan segala hal yang kalian lakukan. Jangan menangis terlalu lama. Sebab senyum kalian akan menghangatkan dunia.”

Sign,

Dylandia Elfyza

Do not miss even the smallest of happiness. Once you get it, just walk with it for the rest of you lives.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s