[FANFICTION] 1st Sketch (Believe Till The End)

Yunho memulai coretannya lagi. Kiasan hatinya yang dituangkan ke atas kertas putih. Kumpulan garis hitam tanpa aturan. Hanya mengikuti kemana hati membawanya. Dia tak tahu dimana harus memulainya. Begitu juga bagaimana mengakhirinya. Bahkan, untuk menelusuri permulaan dari titik yan membawanya pada garis selanjutnya, dia tak bisa mengingat lagi.

-Sketch-
Believe Till The End

Cast: DBSK/Yunho, Jaejoong, Changmin

Malam menurunkan selimut hitamnya. Menyelimuti hati manusia dengan kehangatan dengan caranya sendiri. Bukan panas membakar seperti yang dimiliki matahari. Membuat manusia merasa tenang dengan segala sisinya yang tersembunyi.

Seperti hati seorang lelaki yang kini tengah memakukan mata hitamnya ke batas cakrawala yang maha luas. Seakan mengerti, angin pun berhembus pelan, ikut mengiringi hatinya yang kini mengembara ke batas cakrawala lain.

Yunho memejamkan matanya. Otaknya kembali mengirimkan lembar demi lembar kenangan yang datang tanpa diminta. Bagaimana dulu dia tertawa. Bagaimana dulu dia tersenyum. Bagaimana dulu detik yang terdengar di telinganya selalu terdengar lain. Seperti melodi. Seperti harmoni. Seperti bidadari. Dia.

Tanpa diminta pula, kesendirian yang magis itu kembali mendekap Yunho. Mengelilinginya dengan segala kenangan yang membuat akar hatinya tercabik. Lukanya kembali menganga. Andai dia bisa, dia ingin mencabut jantung yang selalu berdetak ini. Jantung yang dulu hanya berdetak untuk tiga hal.

TVXQ, Cassiopeia, dan….

Jaejoong…

FLASHBACK

Salju turun malam itu. Kau bernafas dengan muka merah meraih udara yang membeku. Matamu menatapku. Memaksaku untuk segera bicara. Sepertinya, kau tidak tahan lagi untuk segera kembali ke kamarmu yang hangat.

Tapi, ku nikmati semuanya. Kau dan segala yang ada di sekelilingmun terlanjur menyedotku. Ke dalam dunia yang entah mengapa terasa seperti mimpi.

“Kenapa kau meninggalkanku?” akhirnya, aku bertanya juga. Kau menghindari mataku. Kebiasaanmu saat berbohong atau menyembunyikan sesuatu.

Lalu, perlahan kau mendongak dan memperlihatkan kedua mata itu. Mata yang hadir dalam mimpiku. Gilakah aku? Mungkin. Aku gila karena telah mengenalmu. Telah bersamamu. Dan telah mencintaimu.

“Kenapa?” balasmu. Lebih mirip gumaman. Terdengar ragu. Namun aku tahu maksudmu.

“Kenapa aku peduli?” aku menunjuk diriku sendiri.

Kau mengangguk pelan.

“Karena…” jawabku tanpa aba-aba. Kakiku melangkah begitu saja.

Aku memegang kedua tanganmu yang gemetar karena salju terus berjatuhan di antara kita. Belum lagi angin malam yang berhembus tanpa henti.

“Aku mencintaimu……” pengakuan itu keluar juga. Kau terkejut. Pusaran warna itu terlihat lagi pada hitamnya manik matamu. Bukan pusaran hitam seperti yang selama ini kuyakini. Pusaran warna yang kembali mengabulkan inginku untuk mendekapmu.

Ya, tanganku merengkuh tubuhmu. Tubuh yang penuh dengan keindahan lekuk dan membayangi tidurku. Akhirnya, kita tahu, rasa kita selalu satu.

END OF FLASHBACK

Kedua belah bibir Yunho melengkung ke atas. Kenangan itu membuatnya bahagia, sekligus sakit yang membakar. Perasaan menggelegak dalam dadanya membuat Yunho hendak muntah. Tangannya semakin kebas karena mati rasa dalam jiwanya. Kecuali satu rasa raksasa yang membuatnya putus asa.

Manik mata hitam Yunho menghilang ke dalam kelopak matanya. Dia menyelami kelam yang berenang di sekitarnya. Mencari kedamaian yang mungkin masih tersisa dari perasaannya pada Jaejoong.

“Apa aku masih punya alasan untuk hidup?” bibirnya bergetar hebat. Dia membutuhkan satu jawaban. Agar dia tetap bernafas. Tetap mempertahankan dirinya.

“Masih, hyung. Kita masih punya Cassiopeia,” sebuah jawaban membuat Yunho membuka matanya tiba-tiba. Dia mendapati Changmin berdiri di belakangnya dengan sorot mata sama matinya dengan jiwanya. Tapi, Yunho tahu, maknae itu berpikir lebih rasional darinya.

“Lalu, aku harus bagaimana?”

“Tetap percaya, hyung. Itulah yang kau katakan pada Jaejoong hyung. Jangan menyerah sekarang, hyung. Masih banyak waktu untuk berusaha mencintai diri kita sendiri dan memperbaiki yang telah hilang,” Changmin maju selangkah. “Pegang tanganku, leader.” Changmin mengulurkan tangannnya.

Tubuhku serasa limbung karena kenyataan yang sebenarnya sangat nyata untuk dilihat. Aku hanya terlalu meratapi diriku sendiri. Tanpa kutahu, jutaan Cassie di luar sana bertarung untukku, untuk kami. Untuk kebebasanku dan Changmin.

Aku menyambut uluran tangan Changmin.

“Kita tidak ada pilihan selain percaya, kan?” kakiku berhasil menjejak tanah di bawah pagar besi yang sebelumnya kunaiki.

Changmin tersenyum. Senyum yang entah sejak kapan menghilang dari hari-hariku. Dia pasti juga menderita.

“Changmin-ah, kita akan melakukannya bersama, kan?” tanyaku memastikan harapku.

“Benar, hyung. Kita akan bertahan bersama,” aku berhasil menemukannya dalam gelap. Senyum Changmin membuatku kembali percaya, suatu saat, kami akan bersama lagi..

A/N: FF ini adalah kumpulan drabble/non-drabble tentang Yunjae, Yooshu, dan DBSK. Semua FF “Sketch” Rated-T. Kalau mau yang Rated-M aku bisa bikin di luar cerita ini. Bisa dibilang FF ini adalah curahan galau tentang DBSK. Setiap cerita punya judul beda, tapi kumpulan dari semuanya adalah “Sketch”. Maksudnya kayak yang dibilang Yunho di awal itu, “Sketch” atau sketsa merupakan kumpulan garis teratur ataupun tidak teratur yang akan membentuk suatu gambaran utuh sebuah perasaan ataupun benda.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s