[HEART] K-Popers With Responsibility

Sejak 2 tahun lalu, pertama kali aku memutuskan untuk menjadi K-Popers. Salah seorang temanku mengenalkan 15 lelaki dengan talenta sempurna, karakter istimewa, dan wajah tanpa cela. Boyband dengan member terbanyak di Korea saat ini. Nama mereka terkenal sekali, apalagi di fanfiction NC, dengan nama ‘junior’. Pasti yang bikin fanfict itu selalu keinget mereka. Haha.

Oke, serius nih. Kalian pasti tahu siapa mereka. Super Junior. Those last man standing! My very first music video is Bonamana. Yang paling bersinar dari yang lain, tentu saja, Choi Siwon. Sejak saat itu, aku memutuskan, akan selalu menjadi ELF. Internal, external, and eternal.

Mengingat nama semua anggotanya membutuhkan waktu seminggu penuh, dan malam-malam panjang yang kuhabiskan menggali segalanya tentang mereka. Tak jarang aku menangis, dan yakin pilihanku memang tepat. Menonton reality shows yang penuh dengan kekonyolan, pairing couple paling romantis, sampai membuat fanfict smut yang ternyata merupakan kemampuanku. Percayalah, aku sangat menikmati waktu-waktu pertamaku menjadi K-Popers.

Dan seperti yang kalian tahu, menjadi K-Popers tidaklah mudah. Kecuali kalian hanya ingin menjadi K-Popers atau ELF ababil, hanya perlu membuat fanwar disana-sini, bashing fandom lain, atau menghujat kenyataan. Sangat mudah menjadi ELF yang seperti itu. Tapi, jauh sebelum aku menjadi K-Popers, aku telah belajar menjadi fans yang baik, from 5 Irish lads called Westlife, jika bukan karena mereka pasti aku sudah mengikuti trend fanwar yang sudah ada sekarang. Menjadi fans Westlife, membuatku merelakan kenyataan dan mencintai hanya dengan hati, bukan ego atau obsesi.

Menurutku, K-Pop adalah rumah. Dan K-Popers adalah penghuninya. Fandom merupakan kamar-kamar yang ada dalam rumah itu. jika keadaan rumah tidak tentram, terbayang kan apa yang akan terjadi? Bisa kebakaran atau porak-poranda. Tugas masing-masing K-Popers adalah menjaga kamarnya agar tetap aman, damai, dan nyaman sehingga setiap kamar bisa berinteraksi dengan nyaman.

Nah, bagaimana cara memeliharanya, dalam artian lain, menjadi fans yang baik?

1. Pengorbanan

Pepatah mengatakan, ‘cinta perlu perjuangan’. Begitu juga menjadi fans. Harus ada harga yang dibayar tiap kita memutuskan sesuatu. K-Pop tidak hanya selera, bagi beberapa orang, K-Pop adalah hidup mereka. Bagi yang merasa K-Pop adalah hidup, bersiaplah untuk mengorbankan yang kau miliki untuk cinta itu. Cintailah mereka dengan sepenuh hati. Bisa diwujudkan dengan membeli album original, tetap percaya pada mereka, tidak membuat nama mereka jelek di hadapan fandom lain. Tapi, tidak dengan terlalu membela dan menganggap mereka yang paling benar. Artis kan juga manusia. Mereka juga berbuat kesalahan. Jika mereka melakukan itu, terimalah dengan lapang dada. Bukannya dengan menyalahkan hal lain yang jelas-jelas tidak ada sangkut-pautnya dengan hal itu.

2. Hargai diri sendiri

Terbayang kan bagaimana kalau mereka dihina oleh orang lain? Sebelum itu terjadi, lebih baik menghargai diri sendiri sebagai fans. Menghargai diri sendiri berarti dengan berpikir menggunakan logika sehingga kita tidak dianggap sebagai orang yang tidak berpendidikan. Berkatalah yang baik. Bertindaklah yang baik. Maka kebaikan akan datang pada kita dan pada idola kita.

3. No fanwar

Topik ini benar-benar membuat tubuhku gatal tiap menemukannya. Come on! Kenapa sih suka banget sama fanwar? Seru? Kayak perang beneran? Kalau perang beneran sih ada timbal-baliknya, kita menang terus dapet bagian, kalau fanwar? Kita dapat apa? Image jelek di hadapan fandom lain sih iya. Bukan dengan fanwar Oppadeul akan bahagia. Camkan prinsip ini baik-baik, diam itu emas. Jangan berbicara sebelum masalahnya jelas. Apalagi berbicara di social media, waduh, mending jangan deh!

4. Terima kenyataan

Walaupun aku menulis ini, sejujurnya aku belum bisa menerapkannya. Entah karena kenyataan memang salah, atau aku yang tidak rela. Yang pasti, setiap idola kita mengambil keputusan, deal with it! Ngamuk di twitter jelas tidak menyelesaikan masalah (seperti yang kulakukan). Jika memang ini kenyataannya, marilah berlapang dada. Dan terimalah kembali idola kita dengan tangan terbuka kalau keputusannya ternyata salah (semoga!)

5. Terus percaya

Apapun yang media katakan, jangan percaya. Jika idola terlibat skandal, pikirkan baik-baik. Apa itu benar? Seorang fans sejati pasti tahu kebenaran yang sesungguhnya.

 

Well, beberapa tips di atas memang sulit, sangat sulit. Aku saja harus menangis berkali-kali untuk bisa melakukannya. Jatuh bangun sebagai seorang K-Popers adalah hal biasa. Yang terpenting, apa kita bisa konsisten dengan pilihan itu. Bukan masalah apa fandom kita, tapi tanggung jawab sebagai fans.

Sign,

Dylandia Elfyza

PS. Aku melayani diskusi K-Popers loh.. Hehe..

 

6 comments on “[HEART] K-Popers With Responsibility

  1. trus apa kamu beli album” mereka juga?
    atau nonton one of your idols’ concerts?
    Apakah wajar (as a kpopers or maybe ELF, etc) kalo kita selalu mikir dua kali dlm memutuskan utk membeli stuffs or tickets or CDs or photobooks, etc?
    Aku akuin aku bukan kpopers sejati,,because i dont have enough money to be spent for those things..untuk nonton konser pun susah..is that okay?
    kadang aku pgn bgt jadi admin” yang notabene pasti punya koneksi ke luar ttg idol mereka..
    (curcol nih πŸ™‚ )
    salam kenal πŸ™‚

    • Halo, Rista πŸ™‚
      Maaf ya kalau balasnya lama.
      Well, berpikir itu wajar. Berpikir ribuan kali itupun wajar. Itu tandanya kamu bukan orang yang gegabah mengambil keputusan.
      Yang kutekankan di atas bukan hanya tanggung jawab sebagai K-Popers, tapi juga tanggung jawab dalam mencintai K-Pop, tanpa menyakiti diri sendiri. Seperti memaksakan untuk menonton konser, beli merchandise, atau beli album original.
      Tanggung jawab cukup dilakukan dengan menghargai mereka dan menghargai yang lain.
      Waktu nulis itu aku kepikiran fanwar sih, makanya menekankan ke fanwar-nya.
      Buat lebih jelasnya, baca aja tulisanku yang ini πŸ™‚
      https://fairytalebeyondreality.wordpress.com/2012/05/21/heart/
      Untuk pertanyaan kamu, cintai saja mereka sebisa kamu. Karena dengan mencintai setulusnya berarti menghargai.
      Seperti yang Siwon bilang, cinta fans pada idola tidak diukur pada materi, tapi dukungan dan penghargaan yang tulus.

      Keep up your spirit. Jangan kebanyakan galau yaa.. πŸ™‚

      • Oh ya satu lagi, aku beli album ori mereka kok, kalo punya uang. Kalo ga yaa… Mau gimana lagi? Ga bisa maksain juga kan?
        Aku ga terlalu suka beli merchandise, jadi ga pernah beli kecuali emang butuh banget (kayak kipas dengan gambar idola pas gathering, kan panas banget tuh).
        Konser? Hmm, that’s a million miles away. Haha. Tapi aku percaya, akan ada hal lebih besar lagi daripada nonton konser.
        Kuncinya, tetap percaya!

  2. Assalamualikum..
    haloo dyland..
    aku dila,mhsiswi S2 Komunikasi UGM.. berminat nih buat ngajakin dyland buat diskusi mengenai k-popers untuk tesis saya..
    nanti kalo udh dsetujui proposalnya bolehkah kita bertemu utk diskusi..
    Makasih sebelumnya πŸ™‚

    • wa’alaikumsalam mbak dila πŸ™‚
      wah, saya tertarik banget nih buat diskusi.
      saya tunggu ya pemberitahuan lebih lanjut. hubungi saya lewat twitter aja, @rosazazil..
      makasih ya sudah ngajakin saya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s