[HEART] Two Battles at Once

image

Dua mata coklat itu bertemu. Sepasang mata coklat tua bersinar hangat, sepasang mata coklat muda bersinar lembut. Belaian halus di pipi. Senyum terbit. Mereka saling mencintai

Apakah ia yang kucari? Lelaki dengan sepasang mata coklat tua itu bertanya dalam hati.
Apakah ia yang kucari? Wanita dengan sepasang mata coklat muda itu bertanya dalam hati.
Ada perang yang berkecamuk di balik kehangatan, kelembutan, senyum cerah, dan bisikan cinta di tiap detik yang bergulir. Ada seribu kata tak terucapkan dan sejuta harapan yang mereka harapkan bisa terwujud bersama. Namun, kata hanya kata, harapan hanya mampu diharap. Mereka tak punya nyali mengatakannya secara langsung dan lantang.
Aku takut terluka lagi. Hati si lelaki kembali menggeliat resah.
Aku takut kau pergi dan tak kembali. Hati si wanita kembali menggeliat resah.
Semuanya terlihat baik-baik saja. Mereka terlihat saling mencintai, dan mereka memang saling mencintai. Tak ada yang bisa menghalau percikan magis itu. Tak ada yang bisa menolak untuk jatuh ke jurang yang mereka buat sendiri. Namun, mereka masih terlalu hati-hati untuk melangkah. Luka lama yang sudah sembuh bisa saja memerih lagi.
Bagaimana jika  aku serahkan saja semua padamu? Bagaimana jika aku percayakan saja semua padamu? Si lelaki membatin sembari menyelipkan rambut si wanita ke telinganya.
Tak bisakah kau melihat? Aku rela menyerah atas segalanya untukmu. Aku memilihmu di antara jutaan pilihan lain yang disodorkan padaku. Si wanita membatin seraya memeluk kekasihnya erat sekali lagi.
Namun, kebersamaan harus usai. Waktu terlalu kejam. Telepon si lelaki berdering, panggilan dari rumah. Aku harus pergi. Ibuku khawatir, katanya. Baiklah, ayo pergi, balas si wanita. Andai saja si lelaki tahu, napas si wanita itu tercekat saat perpisahan terucap. Akankah kita bertemu lagi? Si wanita terus berteriak dalam hati. Maaf, aku tak tahu harus berkata apa. Si lelaki terus berteriak dalam hati. Sayang, tak ada satupun yang keluar. Mereka kembali membahas diskusi ringan seperti cuaca, film terkini, makanan, kuliah, skripsi, dan lain-lain. Si wanita takut akan jawaban dan penolakan, si lelaki takut untuk kembali berharap pada hal yang tak pasti.
Padahal, tahukah kau wahai yang sedang jatuh cinta, cinta kalian adalah hal yang sangat pasti.
Beberapa minggu kemudian, diskusi ringan tak ada lagi. Tak ada pemberitahuan apapun dari si wanita di ponsel si lelaki, begitu juga sebaliknya. Semuanya berhenti. Semuanya terhenti. Seolah mereka berdua tak pernah bertemu, semua jejak kehangatan hubungan keduanya terhapus.
Tidak dengan luka.
Mereka memutuskan berhenti atas ribuan kata yang tak terucapkan dan harapan yang tak terwujudkan.
Tidak dengan luka. Luka tak memutuskan untuk berhenti.

Painfully yours,
Rosa Azazi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s