[FANFICTION] Everlasting Lovers Series – Summary

Cinta. Sebuah kata klise yang membuat Shakespeare membuat ribuan puisi cinta, membuat Juliet rela menyusul kekasihnya ke alam yang bahkan tidak dikenalnya, kematian. Sebuah racun yang mampu menghancurkan logika manusia karena candunya begitu memabukan.

Sebuah cinta yang juga rapuh dan butuh untuk ditemukan. Cinta adalah esensial luar biasa yang diciptakan Tuhan dan membuat manusia begitu kreatif dengan jutaan cara romantis, cara yang akan diceritakan dalam fanfiction ini, Everlasting Lovers Series.

Bercerita tentang empat pasangan dengan segala kerumitan, keromantisan, kekonyolan, dan emosi unik bermula dari pandangan pertama, pertemuan kedua, sampai akhirnya janji di hadapan Tuhan.

Masing-masing individu dalam fanfiction ini terjebak dalam masa lalu mereka sebelumnya, sampai akhirnya mereka berani maju dan mengambil langkah selanjutnya dalam babak kehidupan mereka.

Kim Donghyun dan Kim Hyun Na, pasangan aneh karena sang wanita begitu penuntut, tapi begitu romantis karena sang pria selalu menuruti kemauan wanitanya. Itulah cinta. Ketika teori tak lagi mampu mematahkan perasaan aneh yang bergolak, menerjang, membelit akal manusia. Cinta yang terwujud dengan begitu sederhana, melalui senyum Hyun Na di pagi hari, omelannya tiap malam, namun belaian lembut Donghyun selalu meredam itu semua.

Shim Hyunseong dan Choi Aira, pasangan ini bisa dibilang pasangan yang mampu melelehkan hati Hitler sekalipun. Tatapan mesra mereka berdua tidak bisa terlepas barang sedetikpun. Binar mata mereka mampu menceritakan roman indah antara dua pasang manusia, yang tidak hanya mempunyai cinta, tapi juga kepercayaan dan janji setia. Cinta mereka terkemas dalam indahnya melati, harumnya mawar, dan mekarnya bunga di musim semi. Aira adalah sakura bagi Hyunseong, dan Hyunseong merupakan air untuk Aira. Alam pun sepakat, mereka pasangan abadi yang akan diingat oleh tiap kuntum bunga di taman.

Lee Jeongmin dan Song Rae Ki, pasangan manis bagai coklat dan permen. Saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing pasangannya. Jeongmin dengan sikap dewasanya selalu mampu mengontrol sikap Rae Ki yang kekanakan, menjadi hiburan dan kekonyolan tersendiri bagi pasangan lain. Tapi, itulah variasi cinta mereka. Cinta yang bebas dan mengundang tawa. Cinta yang terkadang bisa melukai karena manisnya membuat mereka mabuk. Namun, saat mereka teringat bagaimana pertama kali mata mereka bertemu, semuanya kembali lagi seperti semula. Cinta manis bagai coklat dan permen.

Jo Youngmin dan Kim Eun Hee, cinta mereka begitu lembut, begitu penuh dengan gejolak asmara yang anehnya terasa damai. Eun Hee akhirnya menemukan pelabuhan hatinya setelah luka lama yang begitu menyakitinya, Youngmin menawarkan dunia dimana dia tak perlu lagi menangis, tanpa imbalan apapun. Hanya cinta yang menyertai hari-hari mereka.

Jo Kwangmin dan Park Hye Jin, pasangan yang dipertemukan karena permainan Tuhan. Takdir yang tidak pernah mereka sangka sebelumnya membawa mereka ke sebuah dimensi dimana cinta adalah segalanya. Kwangmin yang selalu tersihir oleh senyum Hyejin, dan Hyejin yang selalu tidak mampu menolak pesona pancaran mata Kwangmin. Mereka adalah kutub utara dan selatan, mabuk akan mantra masing-masing pasangan.

Begitulah mereka mencintai. Begitulah cinta mengenal dirinya sendiri. Sesederhana itu. Seharum itu. Semanis itu. Seromantis itu. Segila itu.

NEXT CHAPTER

Bagaimana mereka menikah?

Stay tune, Readers..

Ppyong.. ^^

 

[FANFICTION] Everlasting Lovers – Play Our Love

Play Our Love

Pairing: Jo Kwangmin & Park Hye Jin (KwangHye)

Genre: Romance

Rated: T

Highlight: The time is frezeed at the moment our eyes locked to each other

HYE JIN POV

Apa??!! Appa dan Umma akan pulang malam ini?? Aku masih memandang iPhone-ku dengan pandangan hendak bunuh diri, mulut menganga, dan mata melotot lebar. iPhone yang beberapa detik lalu membawa kabar buruk bagi hidup berantakanku akhir-akhir ini.

Aiisshh… Orangtua ku akan pulang malam ini setelah menyelesaikan pekerjaan mereka di Virginia. Meninggalkanku dengan kedua oppa­-ku, Yoochun dan Yoohwan. Pilihan yang salah. Karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

Aduh, bagaimana ini? Dewa akan turun dari langit! Dengan pikiran yang baru setengah waras, aku segera menelepon Yoohwan oppa, satu-satunya oppa yang mungkin saja bisa  kuandalkan saat ini, Yoochun oppa pasti sedang sibuk.

Dengan kecepatan melebihi kilat aku segera meluncur pulang ke rumah menggunakan taksi. Ya, aku baru saja pulang berlibur dari rumah Kim So Eun, temanku. Dia baru saja membeli sebuah villa baru.

Aku pulang…..” Seketika sesosok tubuh hampir tanpa busana menyambutku.

“Yoohwan oppa! Gawat!! Appa dan Umma akan datang malam ini!” Aku melihat jam di ruang tamu.

“Ralat! Satu jam lagi!” Ternyata ini sudah mendekati malam.

Mwo?! Mereka datang? Siapa yang memberitahumu? Tidak mungkin. Bukannya mereka masih kerja?”

Aku memutar mataku malas. “Mereka sudah meninggalkan kita dua bulan, Oppa. Kemana aja sih Oppa selama ini? Sibuk mengejar cewek?”

“Hey, aku tidak menanyakan berapa lama mereka pergi.” Perdebatan mulai terjadi lagi.

“Oke oke. Asisten mereka memberitahuku tadi.”

“Aduh. Bagaimana ini?!” Ralat sekali lagi! Lelaki berumur tiga tahun lebih tua dari aku ini juga tidak bisa diandalkan. Otaknya berpikir beberapa tahun lebih lamban dariku.

“Bagaimana?! Cepat ganti baju dan segera temani aku menjemput Umma dan Appa!” tiba-tiba aku tersadar pada pemandangan ganjil di sekelilingku. Ruang tamu yang penuh dengan popcorn bertebaran, DVD, bungkus coklat berserakan, dari tempatku berdiri juga terlihat dapur yang sudah menyerupai kandang hewan.

Oppa… apa yang kau lakukan pada rumah kita?” tanyaku panik.

“Apa? Aku tidak melakukan apa-apa. Hanya sedikit bersenang-senang.” Aku hanya bisa bersungut. Oppa-ku yang satu ini memang sangat tidak bisa diandalkan.

“Apa kita benar-benar harus menjemput Umma dan Appa sekarang? Tapi, aku sedang bersama…..”

Yeobo~ ah.” suara perempuan yang entah siapa itu menghampiri aku dan Oppa.

“ARRGHH!! Jadi kau berani membawa perempuan ke rumah ini. Oppa…. Kau benar-benar keterlaluan! Cepat bereskan dia! Lalu siapkan mobil dan berpakaian rapi! Cepaaaattt….!!!!”

Arasseo. Tunggu aku. Aku mesti….”

“Sekarang kau sedang tidak berhak memberikan alasan. Cepat! Atau ku beritahu Appa kau baru saja membeli apartemen.”

“Iya iya iya. Aku kalah. Puas?”

Kepalaku hampir pecah. Yoohwan oppa berulah lagi. Kalau sampai Appa tahu pasti dia akan dihukum habis-habisan. Kenapa dia tidak pernah bisa menggunakan akal sehatnya. Padahal kemarin aku sudah mewanti-wantinya sepanjang jalan kenangan sebelum aku pergi agar dia tidak membuat hal-hal aneh. Aku tidak mau kalau sampai Appa melakukan hal yang mengerikan pada Yoohwan Oppa. Walaupun dia sungguh sangat teramat menyebalkan, tapi aku sangat menyayanginya.

Aku segera membersihkan ruang tamu dengan kecepatan turbo. Dengan satu tangan menenteng high heels dan tas, satu tangan lain memasukkan berbagai jenis bungkus makanan ke tempat seharusnya. Aku memutuskan untuk mengganti sepatuku dengan pump shoes, tapi, kemana benda satu itu? Aku menggeram marah. Andai saja sepatuku itu ku pasang radar, pasti lebih mudah mencarinya.

Tin! Tin!

Aduh, ternyata Yoohwan oppa sudah siap. Ah, sebodo amat. Biarlah aku membusuk bersama high heels ini. Aku memastikan penampilanku sekali lagi di cermin di samping pintu. Dan segera melesat ke dalam mobil yang dikendarai Yoohwan oppa, kepunyaan Yoochun oppa.

Mobil yang sebenarnya diperuntukkan untuk medan balap ini membelah lalu lintas yang padat. Aku melirik ke samping. Kakak ku ini pasti merasa seperti James Bond. Yeah, James Bond yang harus menjemput orangtuanya karena takut hukuman tidak boleh menggunakan kartu kreditnya lagi.

Setengah jam setelahnya, kami tiba di Incheon International Airport. Aku segera berlari menuju pintu kedatangan. Sementara Yoohwan oppa, biasa, dia harus menebar pesona dulu pada gadis seksi di sekitar bandara.

“Mereka sudah sampai?” Yoohwan oppa rupanya sudah berdiri di belakangku.

“Sudah selesai urusannya bersama para gadis, Tuan?” Balasku sinis.

“Kenapa? Kau cemburu?” Yoohwan oppa membalikkanku ke hadapannya dan mulai mencubit pipiku.

“Iiih, ga usah cemburu. Aku kan tetap Oppa-mu yang paling ganteng.”

Aku memasang tampang hendak muntah. “Yoochun oppa jauh lebih tampan darimu. Bwee..!” Aku menjulurkan lidahku.

“Yoohwan? Hyejin?” Tiba-tiba, suara lembut yang ku kenal sejak kecil menginterupsi kebiasaan kami berdua, saling meledek.

“Kalian belum berubah rupanya. Hahaha…” Appa merentangkan tangannya dan memeluk kami. Aku baru sadar, aku sangat merindukan mereka.

“Iya. Yoohwan oppa masih jelek seperti biasa.”

“Hahaha. Hye Jin-ah, ayo peluk Umma. Umma sangat merindukanmu.”

Beberapa asisten orangtuaku datang dan mengangkat tas mereka. Kami pulang dengan mobil terpisah. Appa dan Umma dengan mobil kesayangan mereka, sementara kami dengan mobil balap tadi. Untungnya, Yoohwan oppa tidak lagi merasa dirinya James Bond, bisa-bisa Appa kena serangan jantung melihat anak lelakinya mengemudi dengan brutal.

“Ah, home sweet home,” Teriak Appa begitu kami tiba di rumah. Asisten beliau kembali menurunkan koper-koper. Umma menggandengku masuk.

“Hye Jin, Umma sudah membelikanmu pakaian dengan stok terbatas di Channel dan Gucci. Kita bisa mencobanya sama-sama malam ini.” Umma menjentik hidungku gemas.

Tiba-tiba saja, saat kakiku sudah menginjak bagian dalam rumah, atmosfer berubah hening. Appa menatap heran pada gantungan mantel, bukan, bukan pada mantelnya. Tapi pada….

Appa mendekati gantungan mantel “Jaket siapa ini? Dan aromanya tidak seperti salah satupun dari anak Appa.

Wah, rupanya jaket lelaki itu tertinggal di rumah ini. Sial!

“Dan apa itu? Telunjuk umma mengarah pada lampu di atas meja. Bukan lampunya yang menarik perhatian Umma. Tapi…

WHAT THE FUCK?! Sebuah bra merah marun dengan model terawang dan renda-renda seksi membuat kepalaku pusing. Umma  di sampingku pun terlihat shock, beliau segera mengambil bra laknat itu. Mataku segera mengarah ke arah Yoohwan oppa dengan pemindai laser.

“Hye Jin-ah.. Ini, ini bukannya milikmu, Nak?” Umma berkata dengan suara bergetar. Pertanyaannya pun juga menggetarkan hatiku.

“Ap-Apa?! Bukan, Umma, itu bukan punyaku. Itu punya….”

“I-Itu. Aku bisa menje – “

“Permisi… Aku harus mengambil jaketku yang ketinggalan…” Tiba-tiba, ada seseorang di belakangku. Suara lelaki. Yang ku tahu pasti siapa dia….

Aku memejamkan mataku. My life is officially over…

Continue reading

[FANFICTION] Everlasting Lovers – Younger Love

 

Younger Love

Pairing: Jo Youngmin & Kim Eun Hee (YoungHee)

Genre: Romance

Rated: T

Highlight: This love grows younger than the time we meet.

 

Malam menurunkan selimut hitamnya ke seluruh penjuru kota Seoul. Namun, tetap memberikan penghias sepert bintang kejora di beberapa sudut langit dan butir salju yang turun sedikit demi sedikit. Musim dingin memang telah tiba. Eun Hee merapatkan jaketnya. Syal ungu muda dan jaket putih serta boots merupakan senjatanya melawan dingin. Dia bergegas. Taemin pasti sudah menunggunya di restoran yang dia pesan.

Lagi, Eun Hee menghela nafas. Bukannya tidak tahu, Taemin memang tertarik padanya. Tapi, sakit hatinya pada Siwon dan posisinya sebagai fans SHINee mempersulit keadaanya.

Tiba-tiba saja, dia melihat sesuatu di samping bak sampah. Seperti bola berwarna putih, tapi berbulu. Penasaran, Eun Hee mendekatinya dan terdengarlah suara, “Guk!” Gonggongan lemah cukup mengejutkannya. Eun Hee kembali berjalan maju, dan terlihatlah seekor anjing kecil dengan bulu putih kotor, namun mata coklat besarnya masih berbinar. Dia jatuh hati dan jatuh kasihan. Eun Hee berjongkok dan mengelusnya.

“Hey, anjing kecil, kenapa kamu disini?” Tanyanya pelan.

“Guk!” Gonggongan anjing tadi tidak selemah sebelumnya.

“Sepertinya dia ditelantarkan oleh seseorang….” Eun Hee terlonjak lagi. Lelaki dengan suara berat mengejutkannya. Lalu, tanpa diduga, dia ikut berjongkok.

Selama beberapa detik yang seakan tanpa gerakan manusia di sekitarnya, Eun Hee membeku. Mata lelaki tadi kini menatapnya, besar dan menyedotnya ke dalam pusaran warna, bukan pusaran hitam seperti yang dimiliki Siwon.

Continue reading

[FANFICTION] Everlasting Lovers – As Sweet As Candy

As Sweet As Candy

Pairing: Lee Jeongmin & Song Rae Ki (JeongRae)

Genre: Romance

Rated: T

Highlight: Our moments are as sweet as candy

Rae Ki mengayunkan langkahnya gembira. Matahari musim panas tidak menghalangi tekadnya yang sekuat baja, membeli permen coklat dan es krim di toko dekat rumahnya. Dress warna pink kasual yang dipakainya menambah ceria penampilannya hari itu. Yeah, setiap hari Rae Ki memang terlihat gembira.

“Cookies House..” Bibirnya menyenandungkan nada asal. Cookies House adalah nama toko dimana dia akan memuaskan rasa lapar dan dahaganya.

Ting..

Bel di atas pintu Cookies House berbunyi menandakan satu pengunjung masuk. Rae Ki segera menuju rak permen coklat dan..

Aha. Itu dia, permen favoritnya.

Tangannya terjulur, bermaksud mengambil permen itu. Namun..

Sebuah tangan lain menghalanginya. Rae Ki mendongak kaget dan sesaat terdiam melihat lelaki lucu, imut, dan menggemaskan di depannya. Tapi, semua itu lenyap saat dia sadar, lelaki itu hendak mengambil permen dari Rae Ki.

Continue reading

[FANFICTION] Everlasting Lovers – Spring Flowers

Spring Flowers

Pairing: Shim Hyun Seong & Choi Ai Ra (HyunRa)

Genre: Romance

Rated: T

Highlight: It’s true your scent guide me to find you

HYUNSEONG POV

Toko bunga itu terletak di persimpangan dekat rumahku. Baru saja dibuka. Kata temanku, toko bunga itu milik seorang pengusaha yang mempunyai kebun bunga di belakang rumahnya, pantas saja bunga disana selalu segar. Kata temanku lagi, penjaga toko bunga itu adalah anak pengusaha tersebut. Dia sangat cantik. Begitu rumor yang beredar di kompleks tempatku tinggal. Entahlah, aku sangat sibuk dengan latihan ku di Starship Entertainment.

Tapi, semua kesibukan itu berubah, ketika suatu sore aku melihat seorang gadis tengah menyiram bunga di toko bunga itu. Sesaat, aku melupakan tujuanku semula. Wajahnya mengalihkan duniaku. Bersinar lembut dengan garis feminim yang selalu ku sukai dari seorang perempuan. Bibirnya yang tipis seakan selalu menyunggingkan senyum. Tubuhnya semampai dan bergerak gemulai bagai kucing. Rambutnya hitam panjang berkilau, seperti langit malam yang selalu ku nikmati dari lotengku. Di atas itu semua, dia mempunyai mata bak permata hitam. Melemparkanku ke dalam dunia antah-berantah yang terasa damai.

Siapakah dia?

Continue reading

[FANFICTION] Everlasting Lovers – Fated To Love You

 

Fated To Love You

Pairing: Kim Dong Hyun & Hyun Na (DongHyun)

Genre: Romance

Rated: T

Highlight: Our love fated me to spell you as my soulmate

Stadion nasional Korea bergelora. Lagu Victory Korea dikumandangkan dimana-mana. Semua warga Korea larut dalam euforia sepak bola. Lautan merah terlihat bergelombang, menyemangati pahlawan mereka masing-masing.

Termasuk Kim Hyun Na, wanita berumur 18 tahun itu tampak berteriak dengan mulut dibuka selebar-lebarnya, tidak memperdulikan kecantikannya yang menurun drastis karena posisi yang nggak banget itu. Sejenak, dia melupakan kekecewaannya pada Junsu yang tadi menolak ajakannya untuk pergi ke stadion nasional ini. Jadilah dia pergi sendiri, namun dia yakin, persaudaraan sesama penggila bola akan menolongnya.

Ya, Hyun Na memang berteman dengan Junsu, lumba-lumba DBSK. Ya, cowok imut itu. Yang punya pantat semok. Yang punya kemampuan menularkan tawa ke sekitarnya. Mereka bertemu tepat di stadion ini, saat Junsu juga menjadi penontonnya. Sejak saat itu, entah kenapa, mereka menjadi dekat. Bahkan, Hyun Na mulai menyukai Junsu.

Sayangnya, rasa suka Hyun Na berkali-kali terbentur karena kecuekan Junsu, ditambah jadwal DBSK yang padat. Dia harus rela hanya menjadi adik bagi Junsu.

Dari lapangan hijau, terlihat dua kesebelasan siap berlaga dengan seragam masing-masing. Hyun Na memakan popcorn nya dengan rakus, ikut bersemangat.

“Hai, boleh minta popcorn-nya?” Seorang lelaki tiba-tiba saja merusak konsentrasinya. Hyun Na menoleh ke samping. Lelaki yang sebenarnya tampan itu tampak sangat menjengkelkan di mata Hyun Na, entah kenapa, dia memang paling tidak suka jika aktivitas favoritnya harus diinterupsi seseorang.

Continue reading