[FANFICTION] EXPLODED PAST II

CHAPTER II

PAINTING THE PAIN

cover ep

Telah kucuri sekelumit cahaya

Dari persemayaman jiwa yang kau sebut cinta

Maka larilah dan kejarlah aku sampai kau tiada

Melebur bersama tanya yang kau cipta tiba-tiba

Mengendap dan lebur

Meresap dan mengabur

Dunia tempat kita telah terkubur

Akankah kita masih berdiri di ujung jurang dan saling bertempur?

Izikan aku menghitam dalam dusta yang kau sebut setia

Izinkan aku merapuh dalam derita jiwa yang sunggu menelan asa

Maka larilah dan kejarlah aku sampai kau tiada

Menggagah ke angkasa menjadi butiran debu semesta

 

Hyejin POV

Ruangan ini tiba-tiba saja menyempit. Menyedot pasokan oksigen bahkan di celah terkecil. Dan yang paling penting, tanganku tak juga berusaha bisa menggapai lengan kokoh Sehun yang terus menjauh. Mengapa dia langsung pergi begitu handphone-nya berdering? Siapa yang meneleponnya? Apa sebenarnya dia sudah memiliki kekasih?

Pertanyaan yang terus beranak-pinak di kepalaku dipecahkah oleh bel di pintu apartemen. Siapa yang datang bertamu kali ini?

Aku melihat di layar monitor di samping pintu. Seraut wajah khawatir di sana langsung membuatku terkejut. Apa lagi yang dia inginkan dariku?

Aku harus membuka pintu untuknya. Terlihat jelas bajunya yang basah. Mungkin dia kehujanan dalam perjalanan ke sini. Lelaki malang, tak seharusnya ia mencintaiku.

“Hyejin!” Matanya langsung berbinar penuh harap saat mata kami bertemu. Bagaimana bisa dia sebahagia itu bertemu denganku saat aku selalu menyakitinya?

“Masuklah, Minho.”

“Mengapa ada musik? Apa kau baru saja berdansa dengan lelaki yang keluar dari apartemenmu tadi?”

“Kau melihatnya keluar?”

“Hanya punggunnya. Kami tidak berpapasan.”

“Syukurlah..”

“Kenapa kau begitu lega aku tidak berpapasan dengannya?”

“Dia….”

Kalimatku menggantung di udara. Ragu untuk memberitahunya. Ragu untuk membawanya lebih jauh ke dalam masa laluku. Namun, mungkin kali ini dia harus tahu.

“Dia sahabatku sejak kecil. Beberapa jam lalu, tiba-tiba kami bertemu. Dan.. aku membawanya ke sini.”

“Apa yang kalian lakukan?”

“Aku tidak melihat alasan harus memberitahumu detil penting.”

“Aku memag tidak pernah menjadi siapapun dalam hidupmu, bukan?”

“Aku senang kau menyadarinya. Aku tak ingin kalian bertemu karena.. kau tahu siapa aku, sedangkan dia tidak. Aku tak ingin masa lalu dan masa kini terhubung. Dia tak boleh tahu siapapun yang kukenal saat ini. Aku takut dia akan menyadari diriku sebenarnya.”

—000—

Author POV

Hening mengambil alih jiwa dua manusia yang tengah duduk berdampingan memandangi hujan. Hening yang dingin dan beku. Menyedot semua, termasuk harapan semu Minho. Dia menatap wanita di sampingnya, wanita yang tidak memiliki apapun, bahkan dirinya sendiri. Wanita yang begitu ajaib di mata Minho, sempurna, menantang, dan memiliki pesona janggal. Sejanggal rasa cintanya yang aneh ini.

Musik yang beberapa saat lalu masih mengalun merdu, kini berhenti. Karena Hyejin tahu, bersama Minho akan sangat berbeda. Bersama Minho, bukanlah dunia yang dia harapkan. Minho tahu apa yang telah menghitamkan dirinya. Tidak. Dia tidak akan bersama Minho. Menatap lelaki itu, mengingatkannya waktu pertama kali dia menemui dunia kelam tempatnya bersemayam.

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu,” Minho tidak tahan dengan kebisuan Hyejin.

“Kau sudah mendengar suaraku di telepon tadi,” balas Hyejin datar. Wajah cantiknya hanya menatap kosong keluar.

“Itu tidak akan cukup untukku. Hanya mendengar suaramu untuk membicarakan hal itu terdengar sangat kejam. Aku datang kemari bukan sebagai orang yang menolongmu. Aku kemari sebagai orang yang mencintaimu.” Seiring dengan perkataannya, sinar mata Minho melembut. Menghangat, lalu berpijar terang. Berharap panasnya akan sampai ke hati Hyejin dan menyadarkan wanita itu, dia sangat membutuhkan Hyejin.

“Bagiku, kau selalu sama,” balasan Hyejin membuat binar mata Minho menggelap, dan semakin menggelap saat Hyejin melanjutkan perkataannya. Seperti tidak peduli dengan hati Minho yang carut-marut. “Kau selalu sama, memohon padaku untuk mencintai. Padahal kau tahu, aku tidak bisa mencintai siapapun.” Hyejin menatap Minho tajam.

Continue reading

[FANFICTION] EXPLODED PAST I

CHAPTER I

TANGLED MYSTERY OF US

cover ep

Cast: Oh Sehun, Park Hyejin, Cho Kyuhyun

Genre: Angst, Tragedy, Romance

NO YAOI. NO BL.

RATED-M

Kaulah kecewa yang dulu kusebut surga

Kaulah hampa yang dulu kusebut nirwana

Kegelapan yang terlalu terlena

Kini kau datang membawa cahaya

Namun kau kutuk aku dengan bahagia

Tak apa

Asalkan luka yang dulu ada

Masih sempurna menganga

HYEJIN POV

Terasa ada yang meledak dalam diriku. Hatiku pecah berkeping-keping menjadi pecahan rasa yang sudah lama tak kukecap. Kekosongan beberapa menit lalu tiba-tiba saja terisi penuh, membuatku limbung dan ingin muntah, sekaligus menggosok mataku untuk memastikan ini bukanlah mimpi, bahwa dia memang ada di sana, sempurna dan utuh.

“Lama tak berjumpa,” sebuah kata standar untuk pertemuan antar teman lama. Bagiku, kalimat itu bukan hanya sapaan. Sapaan itu adalah sebuah awal baru untuk duniaku yang sebelumnya sekarat mencari cahaya. Kini, dia datang kembali.

“Benar,” sahutku tegas dan datar. Bertentangan dengan hatiku yang diguncang gempa dan digulung ombak tsunami.

Dia mengernyit bingung. Mungkin kaget karena keceriaan itu tidak dia temukan lagi. “Kau berubah.”

“Benarkah? Maka itu kemajuan yang bagus, bukan?” tanpa bisa dicegah, aku tersenyum. Bukan senyum yang dulu biasa kubagi dengannya. Senyum ini dingin. Bisa kulihat betapa mata itu terkejut dengan diriku yang baru. Tahukah kau, kepergianmulah yang membuatku seperti ini?

Dia mengernyit semakin dalam dan mengambil kursi di depanku. Tanganku mengepal. Berusaha tidak menghamburkan diri ke dalam pelukannya dan menanyakan ratusan alasan mengapa dia pergi. Tidak, aku tidak akan melakukannya. Sikap dinginnya meninggalkanku cukup menjelaskan semuanya. Dia tidak pernah peduli padaku. Aku hanya orang lain yang kebetulan lewat di hidup sempurnanya sebagai idola. Tidak ada yang pantas diingat mengenai diriku. Kecuali satu fakta itu, aku menyukainya. Dan dia tidak pernah tahu.

“Kau yakin sekali kursi itu tidak ada yang menduduki,” aku menatap langsung ke dalam matanya.

Dia memalingkan wajahnya. Entah karena tatapanku yang bisa melumatnya atau senyum sinisku yang menyakitinya.

“Aku sudah melihatmu sejak 1 jam yang lalu. Dan tidak ada seorangpun yang menemanimu. Jika ternyata ada seseorang yang seharusnyaduduk di sini, dia pasti terlambat,” jawabnya puas. Sialan, dia masih bisa membalik kata-kataku.

Aku diam. Ledakan perasaan itu masih berlangsung dalam diriku. Membuatku ingin menggapai kepingan rasa yang dulu bahagia. Membuatku ingin melempar diri ke masa lalu saat semuanya masih masuk akal. Saat aku masih menjadi diriku. Saat aku tak perlu memasang topeng untuk membohongi dunia tentang siapa aku sekarang.

Saat aku masih bisa mencintai layaknya cinta biasa.

“Kau berubah,” dia berkata sekali lagi. Aku ingin menjawab. Tapi dia kembali menyambung, “Yang ini bukan gayamu, apalagi sifatmu.”

Aku tersenyum tipis. Dia mungkin heran karena tak ada warna yang bisa dia temukan dalam diriku. Kemeja putih ketat yang menampakkan belahan dadaku dengan jelas, rompi hitam, dan rok lipit abu-abu yang hanya bisa diukur dengan sepotong jari dari selangkangan pasti membuatnya terkejut.

Inilah aku yang baru. Hitam, putih, abu-abu. Tak ada goresan warna. Sama seperti dunia tempatku hidup kini.

“Aku ingat dulu kau mengatakan tidak menyukai rok mini.”

“Semua orang berubah. Kau datang terlalu lama untuk melihatnya.”

Continue reading

[HEART] SUICIDAL MOMENT

Suicide_by_OmilleThis is December 31st, the last day in 2014. There are still a few hours remaining to the new beginning of 2015. There are still a few hours remaining to make a new resolution or just to simply examine what we haven’t done this year and do it in 2015. As for me, there are still a few hours to cry.

Continue reading

[MIND] Pemilihan Langsung Untuk Belajar

05 bendera-merah-putih

Saya baru sampai di rumah. Baru saja makan, bermain dengan kucing, dan browsing beberapa halaman serta mengintip beberapa profil Twitter, mostly about latest politic news, indirect election.

Mungkin memang sedikit terlambat karena di kos saya, Banjarmasin, tidak ada acara channel Metro TV sehingga saya hanya diracuni oleh TV One—yang untungnya tidak berhasil. Saya pun terlanjur lelah mendengar kicauan para host stasiun TV itu yang penuh dengan paradigma menyesatkan, kalimat ambigu, dan logika yang dangkal sampai akhirnya saya tidak bisa menangkap dengan jelas hasil rapat paripurna DPR beberapa waktu yang lalu.

Continue reading

[HEART] Moment of Silence

candle-light

Last Saturday, there was a big concert held somewhere in Jakarta. In the meantime, if you are Indonesian and also EXO-L (would you please tell me people who is giving that stupid simple inelegant name?), you probably screamed here and there, tweeted this and that, updated whatsoever, and cursed anything and/or anyone you can about how unfair it is for you to not being able present among the big mad crowd fangirl in the concert venue. Apparently, in those crowd of mad fangirls who were I am pretty sure forming their mouths screaming as if the state of orgasm, there was a very dearest friend of mine watching the same concert. And do you think I will write something mainstream and perhaps being written too by others about how unfair it is for me to not be in the same place as her? You get busted; I don’t.

So, what the hell am I doing here? Honestly, I don’t even know what to write! Fantastic, huh? But, here is the plot twist, since I don’t know what to write (which is once in a blue moon because mostly I always figure out what to write ten minutes before I type first alphabet in my post), you’ll be surprised. Maybe it has something to do with concert, sincerity, life, love, dreams, or even just about sex.

Continue reading

[MIND] Plagiat Itu Sesat

Tagexdo

Judulnya ngeri ya? Posting kali ini memang akan membahas tentang plagiat yang pernah dan mungkin sedang dan masih dilakukan segelintir penulis abal-abal, khususnya penulis fanfiction. Sebenarnya saya menulis posting ini 2 minggu atau 3 minggu lalu, tapi terus saja lupa untuk mem-publish-nya. Jadi ceritanya ini #latepost gitu lho kayak yang tag di instagram itu.

Dua hari yang lalu, saat saya hampir mati bosan—penyakit menahun mahasiswa yang sedang libur panjang—saya memutuskan untuk membuka Twitter dan scroll down apa yang sedang terjadi di timeline. Tak banyak yang menarik awalnya. Hanya beberapa fanbase K-Pop yang belum sempat saya unfollow, segelintir online shop yang lagi-lagi malas saya unfollow, dan beberapa update dari teman sekampus.

Sebelum memutuskan mencari kegiatan lain untuk mematikan kebosanan yang semakin melelahkan, saya mengetik nama @ikanatassa di kolom Search. Madam penulis satu ini biasanya memiliki memetwit horor, status lucu dan cerdas, atau paling tidak foto lelaki ganteng yang brewokan (I am really into bearded man this day!). Nah, ternyata status awal penulis beberapa novel terkenal ini (by the way, favorit saya A Very Yuppy Wedding) adalah tentang plagiat. Selidik punya selidik, ternyata ada salah satu penulis fanfiction memplagiat salah satu novelnya, Antalogi Rasa. Wah, gilaaaa… langsung melek deh saya, kabur jauh-jauh deh yang namanya bosan, berganti dengan rasa miris dan satu pertanyaan, berani banget ya ini penulis mencatut ide Ika Natassa beserta adegannya sebagai miliknya?

Continue reading

By rosazazil Posted in Mind Tagged

[HEART] UNSTAN EXO

OT12 Great title, huh?

Does it catch your attention?

Good, then. It is because right now I want to tell something new about me. Not really important of course. Who am I after all in your life?

But, it will be good if you stop by and read; maybe you will see something from many different perspectives.

Why do I keep barging you about different perspectives? Maybe you read my previous posts and I keep repeating it.

Do you know Sofie’s Verden, philosophical novel written by Jostein Gaarder? I read that novel when I was around 15 or 16—I don’t quite remember actually. One thing I really remember and has stucked in my head until now is about those who lived under the rabbit’s fur. Confused? Let me explain you. Those who lived in the rabbit’s fur tend to see from one perspective only. They only can look up to the sky and hope to jump out to see bigger view. But, they didn’t want to; the place where they lived right now is the safe zone. They are afraid to jump out and see the bigger view only to find out their expectation is no true. However, there are some people that jump out from the rabbit’s fur. Out of it, they become bigger and realize that the rabbit is so much smaller under their feet. They can look the rabbit completely. And even though it is true that their expectation didn’t fit the reality, they were relieved because at least they can see the bigger view.

It is the metaphor. Those who I call ‘they’ are us. We are who bounded in K-Pop world. We are who stuck in front of our laptop and scream our bias’s indefatigably. We are who spend our money to buy the merchandises and albums while we know can spend it for something else. We are who judge those who hate us for loving K-Pop.

Why don’t we leave? Why do we have stayed for so long? Why do feel being safe here? Even though there are many dramas in K-Pop, we still stay. Why?

Continue reading

[NEWS/SCANDAL/REVIEW] What’s Wrong in Baekhyun and Taeyeon Dating Scandal?

2014619751560yngnet_T5_83206

WARNING WARNING WARNING!

 

PLEASE BE CONSIDERATE WHILE READING MY ANALYSIS

 

DON’T BELIEVE IT FOR GRANTED

 

BE WISE

 

MY ANALYSIS IS NOT 100% TRUE

 

IF YOU HAVE BETTER ONES, SHARE IT.

 

IF YOU DON’T, DO NOT THROW FAIR JUDGEMENT SAYING THAT I AM DELULU FAN WHATSOEVER

 

READ THIS AS IF YOU ARE AN OUTSIDER

 

YOU ARE NOT EXOSTAN OR EVEN BAEKYEON SHIPPER

 

LOOK AT THIS ARTICLE FROM DIFFERENT PERSPECTIVES

 

Three days ago, my friend told me about this Baekhyun-Taeyeon dating photos. At first, I didn’t even give a single glance to that photo. “That hoax and bullshit thing,” is what I said to her.

But, then, SM Entertainment confimed it! BLAAAAAM!!! My world fell apart at that very moment.

I went straight home. And I felt nothing. I looked at EXO folder in my laptop and I cried. Just like that. It hurts, but I didn’t even know why I should feel that way. I like Taeyeon. I adore SNSD a lot. It means I should have not hated her. And it’s true; I don’t even feel that way. So, why should I cry?

It had happened for two days. I didn’t even look up for the news and even for the source or magazine that created the news.

But, then, yesterday.. I found out that the source of the news is Dispatch…

.

.

.

For those who don’t know, Dispatch is the magazine that always created scandal with no logic and proofs. Maybe you could say that there is the photos but.. you need to look closer, guys. Dispatch is always failed in creating the scandal about SM Entertainment artists. Why? Maybe it is because SM Entertainment is the one who has the connection with Dispatch. And they want to Dispatch work fast and quick so that the scandal can be revealed as soon as possible. Can’t believe it?

Take a look at these surprisingly strange photos.

Continue reading

[FANFICTION] Love In Pain

33

LOVE IN PAIN

Meeting you was fate

 Becoming your friends was choice,

But falling in love with you was beyond my control

Author: rosanera

Main Casts: Kim Jongin & Song Eunhee

Other Casts: Krystal Jung, EXO Members, EXO’s manager

Genre: Romance & Angst

 

Aku memilih jatuh padamu.

Tanpa pegangan.

Tanpa penahan.

Tanpa dirimu yang akan menangkapku di bawah sana.

Aku tahu kau hanya mimpi.

Namun, aku tetap tak bisa melepas bayangmu yang selalu pergi dari pandangku.

Kau menghempaskanku berkali-kali.

Tapi, kenapa hati ini tak jua berhenti?

Aku tetap mencintaimu.

Meski itu berarti….

Aku harus terluka lagi

 

EUNHEE POV

Aku menghapus air mata dengan kasar. Mati-matian berusaha menahan butiran air brengsek ini turun kembali. Percuma, air mataku bertambah deras. Seiring dengan cepatnya kilasan gambar itu berputar di benakku. Seiring dengan luka hatiku yang bertambah besar. Seiring dengan kesadaran yang bertambah jelas, bahwa aku begitu bodoh untuk mempertahankannya.

Continue reading