[FANFICTION] Sparkling Pixie – Chapter 2 (Denial of Addiction)

CHAPTER II

DENIAL OF ADDICTION

Cast: Jung Yunho (DBSK), Kim Jaejoong (DBSK), Cassandra (OC), Cylla (OC)

Other Cast: Jessica (SNSD)

Genre: Romance/Fantasy

Warning: Yaoi/Shounen Ai, complicated grammar, a bit of vulgar words

Dislcaimer: The plot of fairy was taken from Wicked Lovely by Melissa Marr. The rest is mine.


Seharusnya, manusia tetap pada pegangan mereka.

Seharusnya, manusia tetap tidak percaya.

Seharusnya mereka tetap bertindak kejam.

Karena kemanusiaan hanya mengungkap kejahatan lain yang ada.

Keingintahuan hanya membuat yang lain tersakiti.

Namun, jika semuanya kembali lagi pada yang bernama bahagia.

Apa segala keindahan tanpa metafora biasa itu tetap harus tersembunyi?

Yunho membuka matanya perlahan saat suhu panas menggelitik seluruh tubuhnya.

“Hah? Kenapa aku bisa ada disini?” Yunho berteriak panik. Dia mendapati dirinya tergeletak sendiri di tengah hutan. Pepohonan rapat mengelilinginya. Walau hutan ini begitu lebat, sinar matahari memancar lembut, sekaligus misterius. Membuat otak Yunho beku sesaat.

Lalu, tiba-tiba potongan gambaran mustahil tercetak di benaknya.

Lentera….

Malam..

Gelap..

Cahaya..

Musik..

Pada bagian ini, Yunho tersenyum aneh.

Dan…..

Sesosok makhluk rupawan..

Minuman..

Dansa….

Tubuh Yunho tersentak. Aliran listrik memenuhi tubuhnya. Kejut aneh membuat Yunho sadar, itu semua bukan mimpi.

Pixie… Entah bagaimana, Yunho sadar, sejak saat ini nama Pixie menjadi awal sesuatu yang dicarinya sedari dulu.

Hero…

Kalimat itu. Nama itu. Seolah menjadi oksigen untuknya. Persetan siapa dia. Lelaki itu tahu mulai saat ini Hero akan selalu hadir pada bagian tergelap hidupnya. Untuk menjadi cahaya. Lenteranya…

Yunho bangkit berdiri. Dia memandang sekeliling. Tadi malam waktu seolah ikut menari. Mengacaukan simpul yang sebelumnya erat terikat. Dengan pembagian yang kaku, waktu terasa kejam untuk Yunho. Namun, tadi malam, waktu serasa lepas. Hero mungkin menjadi alasan untuk semua keajaiban itu.

Keajaiban? Nama itu terus bergema seiring langkahnya pulang ke rumah. Seakan setiap hari dia melalui jalan ini, kakinya tahu betul kemana harus melangkah. Apa benar keajaiban yang ditawarkan Hero sebagai Pixie berlangsung selamanya? Trauma masa lalu membuat Yunho tidak pernah percaya lagi pada keajaiban. Tapi, matanya, senyumnya, tubuhnya, Yunho tahu itu hanya tercipta untuknya.

Kali ini, apa Yunho harus menyerah pada hatinya yang lemah? Ya, untuk pertama kalinya, Yunho mengakui, hatinya sangat lemah untuk kembali pada apapun bernama keajaiban. Hanya agar dia hidup untuk hari berikutnya. Jika bukan karena Cassandra atau Cylla, Yunho pasti sudah tidak ada.

Yunho mengacak rambutnya yang membiru ditimpa cahaya pagi. Merasa bingung dengan perasaan campur aduk di hatinya juga kepalanya.

Apa aku sudah gila? Menganggap yang tadi malam itu bukan mimpi?

Setelah perdebatan singkat, pertarungan itu dimenangan oleh sosok Yunho yang selama ini bertahan. Ya, dia tidak akan percaya. Tadi malam, dia hanya berjalan sambil tertidur. Tadi malam, dia hanya terlalu lelah berpikir sehingga benang kusut itu terbawa sampai ke dalam mimpi. Ya, Yunho tidak percaya.

“Aku tidak percaya,” Bisiknya bengis saat dia mendapati dirinya sudah berada di depan beranda rumahnya. Yang dia percayai kali ini hanya dirinya sendiri…

Jam di tangannya menunjukkan pukul 06.00 AM. Pada jam seperti ini, Eropa bagian barat memang telah mendapatkan cahaya matahari. Yunho berjalan tergesa memasuki rumahnya. Hari ini, saat mentari menyingkap cadarnya, Yunho kembali memasang topeng yang membuatnya muak.

Continue reading

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 7 (Street Fighter)

CHAPTER VII

STREET FIGHTER

Main Cast: Dyland (OC), Jaejoong, Yunho, Yoochun, Changmin

Other Cast: Rose (OC), Elle (OC)

Genre: Supernatural/Mystery/Romance

Rated: T/PG-13

Disclaimer: I only own the plot and story. They belong to themselves.

Seorang wanita berumur 60-an tengah memandang lurus pada taman yang terhalang oleh kaca tipis di depannya. Gaun merahnya berkibar lembut, walau tidak ada angin di ruangan itu. Hanya sedikit udara yang berstimulasi pada ventilasi. Namun, dalam radius beberapa meter, terasa sebuah getaran udara lembut yang membuat tubuh kita puluhan kali lebih sensitif.

Seperti yang dirasakan Elle sekarang,”Ma, kok tiba-tiba dingin ya?” Dia memeluk lengan putihnya yang telanjang.

“Bagus. Berarti kau masih merasakan apa yang ada di sekitarmu,” Balas Rose, wanita itu, tenang dan dalam. Suaranya selalu membuat Elle tidak bisa memalingkan telinganya pada yang lain. Suara ibunya adalah suara yang menuntut untuk diperhatikan tanpa perintah tersurat. Melalui intonasi dan gerakan mata, Elle sudah tunduk pada ibunya.

“Apa yang sebenarnya terjadi pada Dyland, Ma?” Bibir mungilnya tiba-tiba bergetar. Mengingat anak semata wayangnya itu adalah pekerjaan melelahkan. Karena mengingat Dyland berarti mengingat misi yang akan dijalankannya. Dan Elle tahu misi berarti siap mempertaruhkan pikiranmu untuk mereka yang telah memilihmu. Menjadi seorang penyelamat.

“Bukan saatnya, Elle,” Rose berbisik tajam dan segera memandang mata coklat bening milik Elle. Mata yang juga dimiliki Dyland. “Dyland bisa menjaga dirinya sendiri. Dia lebih kuat dari dugaan kita.”

“Tapi, aku khawatir, Ma. Dia memang menjadi Yang Terpiih. Dia memang mewarisi kekuatan Mama. Tapi dia tetap anakku. Aku tidak bisa membiarkannya dalam bahaya,” Elle berteriak histeris.

Anehnya, Rose tetap tersenyum.”Tenang saja, dia sudah menemukannya.”

“Maksud Mama? Apa yang ditemukan Dyland?”

Rose menjawab dengan langkah yang ia tujukan pada sebuah lukisan di atas perapian. Sebuah lukisan dengan seorang anak perempuan memakai hanbok dan 2 orang lelaki di sampingnya. Lukisan itu terlihat biasa. Namun tidak bagi mata Rose. Dua lelaki itu mempunyai cahaya… Jalinan spektrum biru yang menyilaukan mata…

^Eyeing The Mind^

DYLAND POV

06.00 AM

Hampir saja aku menjatuhkan gelas yang baru saja ku isi dengan kopi, saat Yoochun berjalan ke arahku menunjukkan senyum penghancur kutub itu. Mungkin jika dia hanya tersenyum, aku hanya akan kejang-kejang di tempat. Sekarang? Dia telah mandi dan wajahnya yang segar serta rambut yang sedikit basah itu membuatku mati kutu. Tidak ada yang bisa ku lakukan, kecuali berdiri tegak dengan wajah tegang dan semerah tomat.

Morning caffein?” Tanyanya lembut. Bisakah dia berhenti melakukan itu? Aku bahkan sudah menjadi gila dengan menontonnya melalui laptop-ku dan memandanginya hambar 2 dimensi yang tersebar di seluruh penjuru kamarku. Kini dia benar-benar nyata di depan mataku. Percayalah, membutuhkan kekuatan setingkat Hercules dan Xena agar aku tidak berlari ke pelukannya dan mengatakan ‘Oppa, saranghaeyo’ ribuan kali.

Yes. Aku selalu meminum ini.” Jawabku buru-buru. Bahkan aku sendiri tidak bisa mendengar suaraku dengan jelas. Seolah menegaskan perkataanku, aku segera meminum kopi hitam itu.

“Uhuk uhuk uhuk….” Aku memukul dadaku panik. Karena tergesa-gesa, aku tersedak. Gila, susah sekali bernafas. Kopi pahit ini meny—

“Kau tidak apa-apa?” Tanpa ku sadari Yoochun sudah berada di depanku. Badannya yang jauh lebih tinggi dariku menunduk dan memegang pipiku. Batukku berhenti tiba-tiba. Kali ini, aku mengalami gagal jantung.

“Aku hanya.. tersedak,” Jawabku malu. Dia bahkan tidak mundur atau menjauh. Apa dia tidak bisa mendengar detak jantungku yang sudah megap-megap minta istirahat?

“Tentu saja kau tersedak. Dengan wajah seperti itu tidak mungkin kau tengah menikmati kopimu kan?” Dia memiringkan kepalanya lucu.

“Eh.. Itu…”

“Ada kopi di bibirmu,” Sebelum aku sempat bereaksi, ujung jarinya sudah membelai lembut bibirku.

Persetan dengan apapun yang tengah terjadi. Aku membaca pikiran, ingat? Aku tahu sebenarnya tidak ada apapun di bibirku. Sifat cassanova Yoochun hanya tiba-tiba kumat. Dan aku adalah perempuan normal, wajar kan jika aku mendekatkan muka kami. Menatap dalam-dalam mata hitamnya yang tadi malam hanya bisa ku nikmati saat terpejam. Merangkul lembut punggungnya. Berjinjit sedikit. Menghembuskan sedikit nafasku yang masih beraroma kopi. Namun ku tahu itulah yang membuat Yoochun semakin gila.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Suara melengking tinggi kembali menyedotku dalam kenyataan. Kepingan magis tadi retak. Meninggalkan hatiku dalam lubangnya semula.

Dyland, kau tahu ini bukan tujuan kau berada di sini!

Continue reading

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 6 (Truth Melody)

CHAPTER VI

TRUTH MELODY

Main Cast: Dyland (OC), Jaejoong, Yunho, Yoochun, Junsu, Changmin

Other Cast: Rose (OC)

Genre: Supernatural/Mystery/Romance

Rated: T/PG-13

Disclaimer: I only own the plot and story. They belong to themselves.

JAEJOONG POV

“Kok aku bisa ada disini sih..?” Aku memandang sekeliling dengan bingung. Tidak yakin dengan ingatan terakhir yang melintas di benakku. Semuanya seakan terjadi hanya beberapa detik yang lalu.

Seingatku, aku baru saja menyaksikan eksotis nya tubuh Dyland diselubungi cahaya senja dan mata coklatnya yang bersinar ramah padaku. Lalu, setelah itu? Sungguh, aku tidak bisa mengingat apapun. Ada bagian yang kosong dan tidak terisi apapun di memori otakku. Kecuali… mimpi tadi. Mimpi yang terasa sangat jelas. Bahkan aku harus memastikan lagi bahwa aku sudah bangun dan menjauh dari tempat terkutuk itu. Tempat yang serasa menyedot habis seluruh rasa bahagiaku dan merubahnya menjadi dendam serta amarah. Aku ingat dengan jelas terakhir kali merasakan itu semua. Dan aku tidak akan pernah mau merasakannya lagi.

Tiba-tiba, dalam keremangan ruang tamu, aku melihat sesosok tubuh mendekat. Bulu kudukku berdiri. Merasakan aura bahaya yang mengancam. Udara kian menipis. Entah kenapa, aku merasakan sebuah de ja vu. Kakiku tidak bisa digerakkan. Lidah ku kelu. Mulutku hanya mengatup-ngatup tanpa hasil yang berarti. Sebuah desiran aneh tertangkap oleh telingaku. Sosok itu kian mendekat. Hitam sekelam malam. Berasap dan berbau busuk. Asap itu melayang di sekitar tubuhnya seolah dia terpisah dari ruang dan waktu. Namun dia disini! Siap mencabut nyawaku….

Sebuah tangan terjulur ke arahku. Tangan yang hitam. Aku mendongak dan menemukan sepasang mata berwarna merah. Hampir sama seperti mimpi ku sebelumnya. Aku beringsut mundur. Namun sekali lagi aku hanya mematung. Menunggu tangan itu menggapai leher ku.

Tid-tidak…!

Continue reading

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 5 (One Red Eye)

CHAPTER V

ONE RED EYE

Main Cast: Dyland (OC), Jaejoong, Yunho, Yoochun, Junsu, Changmin

Other Cast: Rose (OC)

Genre: Supernatural/Mystery/Romance

Rated: T/PG-13

Disclaimer: I only own the plot and story. They belong to themselves.

Masih di Jakarta, 18.00 WIB

JYJ’s Room

Yoochun POV

“Junsu, kartunya ada padamu kan?” Aku meminta kartu kamar kami pada Junsu yang sudah setengah terpejam di pintu masuk. Butuh waktu beberapa detik untuknya mencerna bahwa dia belum sampai di tempat tidur.

“Oh, iya. Tunggu sebentar.” Junsu merogoh-rogoh kantong bajunya. “Ah, ini dia!”

Aku segera mengambil kartu yang ada di tangannya dengan tergesa-gesa. Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan Dyland.

CEKLEK..

Pintu terbuka. “Jaejoong hyung… Kami pulang..” Aku berteriak. Perasaan ku saja, atau memang tidak ada denyut kehidupan di kamar ini? Jangan-jangan Jaejoong hyung sudah…. Ah, aku menepis pikiran itu. Tidak mungkin dia berbuat macam-macam dengan Dyland. Aku sudah mengancamnya tadi.

“Hyung.. Aku tidur dulu ya.” Junsu langsung pergi ke kamarnya tanpa melihat ke arahku lagi. Aisshh, anak itu, benar-benar.. Apa dia lupa ada seorang yeoja yang butuh perhatian disini? Tapi, ku pikir tidak apa-apa. Paling tidak, saingan ku untuk merebut hati Dyland berkurang.

Tiba-tiba, aku melihat tangan yang terkulai di sofa. Apa itu.. Jaejoong hyung? Perlahan, aku mendekatinya. Benar saja, Jaejoong hyung tengah tertidur pulas. Dia pasti sangat lelah. Dyland sempat demam sebelum ku tinggalkan tadi. Berarti, dia sudah bangun..? Tanpa berpikir apa pun lagi, tubuhku langsung melesat ke kamar tempat gadis itu terakhir ku tinggalkan…

Lho? Kok gelap sih? Aku kebingungan saat sudah memasuki kamar Jaejoong hyung.

KLEK..

Lampu menyala. Aku tersenyum puas sedikit. Aku paling tidak suka dengan kegelapan.

Tapi, Dyland, dimana gadis itu? Bisikku setelah mendapati hanya tumpukan selimut yang ada di atas ranjang.

Lalu, di depan jendela hotel yang sebesar layar bioskop itu, aku melihat Dyland terbaring lemah. Mustahil dia berbaring dengan sengaja. Jangan-jangan… Aku berlari ke arahnya. Hampir saja melompat.

“Dyland. Hei. Wake up…” Suara ku sarat dengan kecemasan. Dyland yang ada di pangkuan ku terlihat sangat pucat. Aku semakin takut saat ku rasakan suhu tubuhnya sangat tinggi. Ah, Jaejoong hyung… Bagaimana bisa kau mengatakan dia baik-baik saja saat tubuhnya terasa terpanggang seperti ini…

Continue reading

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 4 (Additional Star)

CHAPTER IV

ADDITIONAL STAR

Main Cast: Dyland (OC), Jaejoong, Yunho, Yoochun, Junsu, Changmin

Other Cast: Rose (OC)

Genre: Supernatural/Mystery/Romance

Rated: T/PG-13

Disclaimer: I only own the plot and story. They belong to themselves.

JAEJOONG POV

Kalian punya palu? Atau traktor? Atau benda apapun yang bisa menggilas kepalaku sampai hancur? Aku benar-benar membutuhkan itu sekarang. Ah, satu lagi, aku juga sangat membutuhkan obat yang bisa membuat amnesia. Kejadian di kamar barusan membuatku serasa tidak punya muka lagi.

Pelayan yang mengantarkan makanan kami sudah pergi dari 5 menit yang lalu. Tapi aku masih tidak mempunya nyali untuk segera kembali ke kamar tempat Dyland pasti sedang tersenyum bahagia sekarang.

Continue reading

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 4 (Additional Star)

JAEJOONG POV

Kalian punya palu? Atau traktor? Atau benda apapun yang bisa menggilas kepalaku sampai hancur? Aku benar-benar membutuhkan itu sekarang. Ah, satu lagi, aku juga sangat membutuhkan obat yang bisa membuat amnesia. Kejadian di kamar barusan membuatku serasa tidak punya muka lagi.

Pelayan yang mengantarkan makanan kami sudah pergi dari 5 menit yang lalu. Tapi aku masih tidak mempunya nyali untuk segera kembali ke kamar tempat Dyland pasti sedang tersenyum bahagia sekarang.

Bah! Aku mengepalkan tanganku. Mencari objek apa saja yang bisa ku pukul untuk melampiaskan rasa marah ini. Dia menolakku! Cuih. Dia pikir seberapa cantik sih dia? Aku bahkan bisa membeli 1000 Dyland dalam waktu satu malam.

Tapi kau tidak akan pernah menemukan ‘1000 Dyland’ itu. Karena dia termasuk cewek ajaib yang bisa membuatmu gila seperti saat ini. Hati kecilku tertawa.

Sialan. Bahkan hati kecilku tidak mau memihakku kali ini.

Aku memegang dadaku. Debar itu makin menggila. Bukannya berkurang seperti yang seharusnya. Was she just cast a spell on me? Mungkin. Teringat sejak aku bertemu dengannya hari ini tadi, aku menjadi seperti orang linglung.

Tiba-tiba, ponsel yang ada di saku ku bergetar. Aku terlonjak.

“Hallo..” Suara ku sepertinya masih belum kembali normal. Masih selirih tadi. Seakan yang tengah menelpon ku ini adalah Dyland. Damn, kenapa dia lagi sih yang ada di otakku?

“Jaejoong hyung, bagaimana dengannya? Sudah siuman?” Suara yang bernada kecemasan jelas dapat ku tangkap dari intonasi suara Yoochun.

“Oh iya. Dia sudah siuman.” Jawab ku sekadarnya. Yoochun pasti tengah mengerutkan kening di seberang sana.

“Lalu, kau sudah menanyakan namanya?”

“Dyland. Namanya Dyland.” Aku membeo.

“Dyland.. hmm.. nama yang unik.” Yoochun terdiam untuk beberapa saat. Mungkin dia sedang meresapi nama ‘Dyland’ itu di memori otaknya.

“Ah, hyung. Aku sangat khawatir dengannya. Tadi tiba-tiba saja dia pingsan. Ku rasa dia tidak terlalu sehat. Apalagi cuaca sedang panas sekali di luar walaupun ini sudah jam 6 sore. Tidak mungkin juga kalau kita antar dia pulang. Bagaimana kalau kita suruh dia istirahat dulu? Aku berani bertaruh dia tidak tahu tentang kita.” Suara Yoochun tegas dan pasti. Tapi, aku tidak ingin mengambil resiko terjebak dengannya lebih lama lagi. Bisa-bisa aku akan terkena serangan jantung.

“Hyung…..” Sepertinya aku cukup lama melamun sampai-sampai Yoochun memanggilku dengan nada mendesak.

“Oh, baiklah. Terserah kau saja.”

Continue reading

[NEWS] Jang Geun Suk, Kara, dan Tohoshinki akan Tampil di ‘Kohaku Uta Gassen 2011′?

Pada pentas ini, Kara dan Tohoshinki adalah pesaing kuat untuk menjadi penampilnya. Selain itu, artis lain yang telah menarik banyak perhatian warga Jepang adalah Jang Geun Suk. Single pertama Jang Geun Suk “Let Me Cry”, yang mulai dijual di Jepang pada bulan April, naik ke posisi #1 di Oricon Weekly Chart, memamerkan kekuatannya di industri musik Jepang. Setelah itu, popularitasnya di Jepang juga terus meningkat. Menurut media Jepang, diskusi dengan Jang Geun Suk masih sulit sehingga masih terlalu awal untuk memutuskan apakah ia dapat tampil di acara itu atau tidak.

Tema untuk “Kohaku Uta Gassen” tahun ini adalah “Gempa Timur Jepang”. Hal ini diketahui karena NHK telah menghubungi penyanyi-penyanyi dari Timur Jepang. Saat ini, Sen Masao, yang berasal dari daerah gempa-striken dari Iwata, telah dikonfirmasi akan tampil di “Kohaku Uta Gassen” untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Penyanyi lain yang berasal dari Timur Jepang juga telah disebutkan sebagai penampil yang mungkin tampil di acara itu.

NHK “Kohaku Uta Gassen” diadakan setiap tahun dengan tema sentral dari review dan berdoa bersama untuk isu-isu yang telah menciptakan gelombang besar baik di Jepang atau di dunia pada tahun lalu, sembari mendengarkan lagu-lagu dari para artis. Ini adalah festival lagu akhir tahun dari Jepang.

62th NHK “Kohaku Uta Gassen” akan disiarkan pada tanggal 31 Desembersecara wordwide pukul 07:15 JST di NHK Japan dan NHK World.

Source: nate news
Translated by: CTVXQstaff_mug_ping @ ContinueTVXQ.com
Distributed by: CTVXQstaff_mug_ping @ ContinueTVXQ.com

Indo-trans/Shared by: pinkrazy.wordpress.com

CREDITS TO YEPPOPO

[FANFICTION] Eyeing The Mind – Chapter 3 (Romance After The Darkness)

CHAPTER III

ROMANCE AFTER THE DARKNESS

Main Cast: Dyland (OC), Jaejoong, Yunho, Yoochun, Junsu, Changmin

Other Cast: Rose (OC)

Genre: Supernatural/Mystery/Romance

Rated: T/PG-13

Disclaimer: I only own the plot and story. They belong to themselves.

DYLAND POV

Kegelapan ini pekat terasa. Mematikan syaraf-syaraf ku yang biasanya awas dan terjaga. Pikiranku bergerak dalam kecepatan satuan terkecil. Aku tidak tahu aku masih bernafas atau tidak. Aku tidak bisa membedakan yang mana realitas dan yang mana khayalan. Namun, yang terlihat seperti realita dengan jelas adalah ruang hitam yang tengah mengurung ku kini. Ruang hitam yang terasa sangat kokoh dan menghimpit ku dengan kuat.

Aku tidak bisa lagi mengenali waktu disini. Tidak ada yang jelas. Kejelasan satu-satu nya hanya dinding jelaga di antara tubuhku yang kian meringkih. Aku tidak bisa berteriak. Seakan pita suara ku jauh tertinggal di suatu tempat di luar sana.

Aku berusaha mengingat apa yang telah terjadi beberapa saat yang lalu. Ku paksa otakku untuk bekerja. Tidak akan ku biarkan dia menyerah pada kegelapan non sense yang terasa memabukkan namun juga mematikan. Ku telusuri pikiranku yang entah kenapa terasa asing bagiku. Terlihat seperti labirin tanpa ujung dan penunjuk jalan sama sekali. Benarkah ini pikiranku?

Continue reading